Perlukah Rekening Bersama Dalam Pernikahan?

Perlukah Rekening Bersama Dalam Pernikahan?

Perlukah Rekening Bersama Dalam Pernikahan? Perlukah Rekening Bersama Dalam Pernikahan? | Dalam menjalani hubungan pernikahan, transparansi merupakan hal yang penting untuk pasangan. Salah satunya adalah transparansi dalam hal keuangan. Namun, keputusan ini tentu saja bukan keputusan yang mudah dan sederhana. Tidak seserhana “harus” dan “tidak harus”. Para pakar pun menekankan bahwa setiap pasangan memiliki dinamika yang berbeda, dan perlu mempertimbangkan banyak hal. Pada artikel kali ini akan membahas secara detil terkait perlukah rekening bersama dalam pernikahan, dan bagaimana manfaat yang dapat pasangan rasakan.

Manfaat Memiliki Rekening Bersama

Transparansi Lebih Tinggi

Dr. Scott Stanley, peneliti hubungan dari University of Denve, menyatakan bahwa keterbukaan finansial dapat meningkatkan rasa aman dan emosional, dalam hubungan. Rekening bersama membuat pasangan jadi saling tahu satu sama lain alur keuangan secara jelas serta mengurangi kecurigaan satu sama lain.

Mempermudah Manajemen Rumah Tangga

Dave Ramsey yang merupakan pakar keuangan keluarga sering menyarankan pasangan untuk menyatukan sebagian dana mereka. Dengan begitu, hal ini akan mempermudah pasangan untuk mengelola keuangan rumah tangga mereka, sehingga pengaturan anggaran nya juga lebih mudah dan teratur.

Menumbuhkan Rasa Kebersamaan

Gottman juga menyebutkan bahwasannya teamwork merupakan hal yang penting dalam pernikahan. Adanya rekening bersama dapat membantu pasangan untuk bekerja sama sebagai satu tim untuk mengelola aset dan keuangan rumah tangga secara jangka panjang.

Kekurangan Yang Perlu Diperhatikan

Perbedaan Pola Pengeluaran

Psikolog klinis, Dr. Terri Orbuch menerangkan bahwa salah satu bentuk konflik yang terjadi dalam pernikahan adalah gaya belanja. Apabila keuangan antara pihak suami dan istri digabung, maka semakin terlihat perbedaan nya dan dapat memicu ketegangan satu sama lain.

Kehilangan Privasi Finansial

Sebagian individu merasa kurang nyaman ketika finansialnya dalam pengawasan penuh. Tidak ada privasi sama sekali, begitu transparan. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa pasangan dengan kebutuhan kontrol yang tinggi bisa merasa tertekan ketika semua uang disatukan. Hal ini karena adanya rekening bersama ini menyebabkan hilangnya ruang pribadi dalam mengelola keuangan. Setiap orang umumnya memiliki keinginan pribadi yang bisa jadi tidak selalu mereka bahas dengan pasangan, seperti keinginan untuk merawat diri, memberikan hadiah rahasia untuk pasangan, menjalankan hobi, dsb. Adanya rekening bersama ini pada akhirnya hanya akan memicu rasa tertekan bahkan stres.

Berisiko Ketika Hubungan Yang Sedang Buruk

Ketika hubungan dengan pasangan buruk, rekening bersama yang dimiliki dapat menjadi tekanan tersendiri untuk masing-masing. Rekening bersama berarti :
  • Kedua belah pihak memiliki akses terhadap rekening tersebut. Karena bisa memiliki akses bersama, siapa pun bisa menarik dananya secara langsung.
  • Kedua belah pihak juga mengetahui secara detil alur keuangan bersama.
  • Tidak ada kontrol satu pihak terhadap penggunaan uang.
Dalam kondisi yang buruk, salah satunya akan merasa khawatir dan tidak aman, dana di dalam rekening bersama itu dapat ditarik secara langsung tanpa persetujuan bersama. Selain itu, ini juga bisa menjadi potensi kegiatan impulsif, seperti membekukan transaksi secara tiba-tiba, mengalihkan dana ke rekening pribadi, membayar pengeluaran tertentu tanpa persetujuan, dan masih banyak lainnya.

Lantas, Perlukah Pasangan Memiliki Rekening Bersama?

Rekening bersama merupakan pilihan opsional untuk masing-masing pasangan, bukan merupakan keharusan. Tetapi, rekening bersama bisa menjadi pilihan apabila pasangan ingin bersama-sama mengelola keuangan rumah tangga agar lebih transparan dan terarah. Beberapa pakar turut menyarankan pasangan untuk memiliki rekening ketiga apabila ingin memiliki rekening bersama untuk pengelolaan keuangan rumah tangga. Dengan begitu, privasi finansial tetap masih bisa terjaga, juga pasangan bisa tetap bersama-sama mengelola keuangan rumah tangga. Transpransi merupakan hal yang penting, akan tetapi sejatinya setiap orang juga perlu menyediakan ruang sendiri. Mau mendapatkan berbagai tips lainnya? Yuk simak artikel lainnya di Reda Konseling!
Bimbingan Pernikahan

Bimbingan Pernikahan : Growth Mindset

Bimbingan Pernikahan

Bimbingan Pernikahan : Growth Mindset | Hubungan pernikahan merupakan komitmen jangka panjang. Setiap saatnya tentu dipenuhi dengan proses penyesuaian dan pertumbuhan bersama menjadi versi yang lebih baik. Berbagai konflik dan rintangan yang ada setiap saatnya memberikan dua pilihan. Menyerah pada konflik yang ada, atau melihat itu sebagai peluang untuk bertumbuh atau berkembang. Disinilah growth mindset berperan. Lantas apa itu growth mindset? Apa peran nya dalam sebuah hubungan pernikahan? Dalam artikel ini akan dibahas secara tuntas te ntang growth mindset, dan pengaruhnya terhadap sebuah hubungan pernikahan. Simak hingga tuntas ya!

Fixed Mindset & Growth Mindset

Growth Mindset merupakan konsep yang pertama kali diperkenalkan oleh seorang psikolog dari Stanford University bernama Carol Dweck. Dalam bukunya yang berjudul “Mindset : The New Psychology of Success”, ia menjelaskan bahwa ada dua pola pikir dasar yang manusia miliki, yaitu fixed mindset  dan growth mindset. Pola pikir ini bukan hanya tentang seberapa pintar kita, tetapi juga tentang bagaiman kita yakin dengan kemampuan diri dalam menghadapi tantangan, kritik, ataupun kegagalan.

Fixed Mindset memiliki arti yaitu pola pikir yang mendefinisikan bahwa kemampuan, bakat, dan kecerdasan adalah kemampuan bawaan sejak lahir, dan tidak bisa diubah. Mereka yang memiliki pola pikir seperti ini cenderung takut menghadapi tantangan, menghindari atau bahkan menolak kritik, tidak menyukai tantangan baru, dan cenderung memilih untuk menyerah dalam menghadapi rintangan baru. Seringkali mereka juga sering membandingkan diri dengan orang lain secara negatif, karena merasa tidak memiliki bakat dan kemampuan yang hebat sejak lahir. Mereka juga melihat bahwa kesuksesan orang lain merupakan ancaman, tidak dilihat sebagai motivasi yang mendorong mereka untuk menjadi lebih baik lagi.

Sedangkan growth mindset  memiliki arti yaitu pola pikir yang meyakini bahwa kemampuan, kualitas, dan hubungan dapat terus berkembang melalui usaha, pembelajaran, dan ketersediaan untuk berubah. Mereka yang memiliki growth mindset yakin bahwa bakat dan kemampuan dapat dikembangkan melalui dedikasi dan kerja keras. Kegagalan bukanlah akhir, tetapi merupakan sebuah awal. Mereka yang memiliki growth mindset  cenderung menghadapi tantangan dengan berani, menerima kritik dengan hati yang lapang dan belajar darinya, dan pantang menyerah. Mereka seringkali juga terinspirasi dari kesuksesan orang lain, dan tidak merasa terancam akan hal tersebut.

Pentingnya Growth Mindset Dalam Pernikahan

Melihat definisi tersebut, kita memahami bahwa growth mindset  memberikan dampak positif apabila diterapkan oleh pasangan. Di masa kini banyak pasangan yang cenderung terjebak dalam fixed mindset. Kebanyakan memilih untuk pasrah dalam menghadapi konflik dengan pasangan, atau menilai bahwa pasangan tidak akan bisa berubah dan memutuskan untuk menerimanya saja, bahkan menyerah dan kemudian mengakhiri hubungan pernikahan nya. Konflik yang muncul tidak diselesaikan secara bijak, tapi malah menjadi saling menyalahkan satu sama lain.

Pasangan yang memiliki growth mindset  justru memiliki pandangan yang lebih baik dalam menghadapi konflik pernikahan. Pasangan yang memiliki growth mindset justru akan :

  • Melihat konflik sebagai peluang bertumbuh. Perselisihan yang ada dilihat sebagai kesempatan untuk saling belajar memahami lebih baik satu sama lain, dan memperbaiki diri agar menjadi versi yang lebih baik.
  • Lebih sabar dan terbuka. Perubahan pada pasangan membutuhkan waktu, tidak bisa secara instan.
  • Fokus pada solusi, bukan kesalahan. Tidak melihat pada siapa pihak yang salah, tetapi lebih kepada solusi untuk menyelesaikan masalah atau perselisihan yang ada.

Cara Menerapkan Growth Mindset Dalam Pernikahan

  1. Ubah cara pandang terhadap perbedaan. Perbedaan dengan pasangan bukanlah halangan untuk pasangan saling mencintai atau menyayangi, tetapi merupakan peluang untuk saling melengkapi satu sama lain.
  2. Hargai proses, tidak hanya hasil. Berikan apresiasi pada setiap upaya pasanganmu. Hargai usahanya saat ia mencoba menjadi pendengar yang lebih baik, memberimu waktu untuk hobi yang kamu suka, atau menunjukkan perhatian kecil seperti membuatkan makanan.
  3. Gunakan bahasa yang membangun. Gunakan kalimat yang mendorong untuk tumbuh bersama-sama. Tidak dengan “Kamu memang selalu begitu.”, tetapi “Aku hargai usahamu, terima kasih ya. Yuk kita coba cara lain bersama-sama.”
  4. Belajar dari kesalahan. Setiap kesalahan bisa menjadi pelajaran. Bukan sebuah bukti kegagalan. Jangan pernah takut untuk salah, karena dari kesalahan tersebut bisa menjadi pelajaran untuk bersama-sama menjadi versi diri yang lebih baik lagi.
  5. Rayakan pertumbuhan kecil. Apresiasi setiap pertumbuhan dan perubahan kecil yang ada pada pasangan. Sekecil apapun itu, akan memotivasi pasangan untuk terus bertumbuh.

Konsultasi dengan Konselor Berpengalaman, Reda Konseling

Konsultasi dengan konselor pernikahan berpengalaman dapat membantu kita untuk memahami lebih baik cara menjalani hubungan pernikahan yang harmonis dengan pasangan serta menghadapi berbagai tantangan di dalamnya. Zaman saat ini telah banyak layanan konsultasi pernikahan profesional dan berpengalaman, salah satunya adalah Reda Konseling. Yuk Obrolin Aja Masalahmu, Karena Kebahagiaan Itu Butuh Untuk Diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!

Bolehkah Pasangan Memiliki Sahabat Lawan Jenis

Bolehkah Pasangan Memiliki Sahabat Lawan Jenis?

Bolehkah Pasangan Memiliki Sahabat Lawan Jenis

Bolehkah Pasangan Memiliki Sahabat Lawan Jenis? | Pertanyaan yang sering muncul di tengah masyarakat zaman sekarang adalah bolehkah seseorang yang sudah menikah memiliki sahabat lawan jenis? Secara umum, ini bukan hanya persoalan hak individu, tetapi juga menyangkut etika, keharmonisan rumah tangga, serta potensi fitnah yang mungkin timbul. Sebagian menganggapnya bukanlah masalah karena hubungan yang dijalin hanyalah sekedar hubungan pertemanan. Namun apakah itu bisa dibenarkan ketika situasinya adalah pihak laki-laki/perempuan itu sudah berstatus menikah? Dalam artikel ini akan dibahas secara tuntas dengan menggunakan sudut pandang psikologi dan islam.

Pandangan Islam

Islam sangat menjaga batasan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

(QS. Al-Isra: 32)

Meski persahabatan tidak sama dengan zina, tapi “mendekati zina” dapat dimulai dari interaksi emosional yang intens antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Rasulullah SAW juga bersabda:

“Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah syaitan.”

(HR. Ahmad, Tirmidzi)

Hal ini menunjukkan bahwa interaksi yang terlalu dekat, bahkan dalam konteks “persahabatan”, bisa menimbulkan celah bagi godaan setan dan akhirnya membawa kepada kemaksiatan, baik secara fisik maupun emosional.

Perspektif Psikologi : Emosi Tidak Netral

Dalam psikologi sosial, hubungan emosional yang mendalam antara dua orang yang berbeda jenis kelamin berisiko menimbulkan ketertarikan romantis. Menurut studi dari Journal of Social and Personal Relationships (Bleske & Buss, 2000), banyak hubungan persahabatan antara pria dan wanita berpotensi berkembang menjadi hubungan romantis, terutama jika salah satu pihak sedang mengalami krisis dalam hubungannya yang resmi. Dalam pernikahan, kehadiran “teman dekat lawan jenis” bisa memicu kecemburuan, mengganggu kepercayaan, dan dalam jangka panjang merusak ikatan emosional antara suami dan istri.

Stabilitas Rumah Tangga Dalam Islam

Tujuan utama pernikahan dalam Islam adalah sakinah, mawaddah, dan rahmah (lihat QS. Ar-Rum: 21). Jika keberadaan sahabat lawan jenis mulai merusak ketenangan rumah tangga atau membuat pasangan merasa tidak nyaman, maka hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai pernikahan itu sendiri.

Antara Kebutuhan Sosial dan Etika Islam

Sebagian orang menganggap bahwa memiliki sahabat lawan jenis adalah bentuk kebebasan sosial di zaman modern. Namun, kebebasan dalam Islam tidak lepas dari tanggung jawab. Alih-alih mendekati zona abu-abu, Islam mengajarkan kita untuk menjaga pandangan, menjaga hati, dan membangun hubungan sosial yang jelas batasannya.

Kesimpulan: Batasan Itu Perlindungan, Bukan Larangan Semata

Memiliki sahabat lawan jenis setelah menikah tidak dianjurkan dalam Islam karena lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Potensi fitnah, ketergelinciran emosi, hingga gangguan rumah tangga menjadi risiko yang nyata. Islam bukan agama yang mengekang, tetapi melindungi dari kehancuran yang tidak kasat mata di awal.

Jadi, jawabannya adalah: Tidak boleh. Karena pernikahan menuntut kesetiaan, keterbukaan, dan penjagaan terhadap perasaan pasangan. Jika ingin menjalin hubungan sosial, hendaknya dilakukan secara ma’ruf, melibatkan pasangan, serta menghindari keintiman emosional dengan lawan jenis yang bukan mahram.

Daripada terus mengganggu pikiran, yuk langsung obrolin aja masalahmu dengan yang ahlinya, salah satunya adalah Reda Konseling. Karena, kebahagiaan itu butuh untuk diperjuangkan. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!

Langkah Awal Memperbaiki Hubungan Pernikahan Renggang

5 Langkah Awal Perbaiki Hubungan Pernikahan Yang Merenggang

Langkah Awal Memperbaiki Hubungan Pernikahan Renggang

5 Langkah Awal Perbaiki Hubungan Pernikahan Yang Renggang | Pernah merasa berada di tempat yang sama dengan pasangan, tetapi rasanya jauh? Pernah ketika pulang ke rumah, tetapi tidak merasa benar-benar pulang? Atau, ketika mencoba mengobrol dengan pasangan, rasanya kurang nyambung dan kemudian berubah menjadi pertengkaran besar? Kamu gak sendirian! Banyak sekali pasangan di luar sana yang juga merasakan hal yang sama. Banyak pasangan yang juga berada pada fase tersebut, dan berita baik nya adalah hubungan mu masih bisa diselamatkan. Jangan berpikir dan membuat keputusan untuk langsung berpisah, karena perpisahan bukanlah satu-satunya solusi. Kadang-kadang, kita bisa melakukan beberapa langkah kecil untuk memperbaiki hubungan pernikahan kita agar kembali membaik. Pada artikel kali ini kita akan membahas 5 langkah awal yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki hubungan pernikahan yang renggang agar kembali baik. Simak sampai tuntas ya!

1. Sadari Pola Emosimu (Bukan Hanya Pasanganmu)

Seringkali kita cenderung cepat menujuk atau menyudutkan pasangan sembari berucap : “Kamu berubah!” atau “Kamu tidak seperti dulu!“. Tapi pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri, apa yang kurasakan dan mengapa aku bereaksi begitu?

Perlahan kita bisa mencatat hal-hal apa saja yang memicu emosi kita saat ini, mengapa hal tersebut dapat memicu emosi kita, serta hal-hal yang kita butuhkan tetapi belum bisa terungkapkan. Dengan begitu, kita akan mampu menyadari pola emosi kita seperti apa, yang mana ini menjadi fondasi dasar untuk tidak sekedar bereaksi secara impulsif, tetapi mampu memberikan respon secara bijak.

2. Dengarkan Tanpa Berniat Membalas

Penyebab lain yang membuat pasangan menjadi bertengkar dan konflik adalah mereka yang mendengarkan untuk menyanggah, bukan mendengar untuk memahami. Hal tersebut terjadi karena sudah dikuasai emosi yang menggebu-gebu. Meski begitu, mendengarkan pasangan lebih dulu untuk berbicara adalah langkah penting. Berikan ruang kepada pasangan untuk berbicara secara jujur tanpa intrupsi. Kendalikan diri untuk memberi sanggahan. Dengarkan dengan hati yang lapang, bukan telinga yang waspada.

3. Kurangi “Asumsi Diam” dan Perjelas Harapan

Sadarilah bahwa pasangan tidak selalu bisa memahami apa yang kita pikirkan dan rasakan. Mereka bukanlah cenayang atau pembaca pikiran. Mereka juga adalah manusia biasa seperti kita. Maka dari itu, ungkapkan lah harapan yang kita inginkan kepada pasangan dengan cara yang halus dan lembut. Misalnya : “Aku butuh ngobrol bareng sama kamu pas pulang kerja. Bukan untuk dinasehati, tapi temenin aja.”. Hal-hal kecil seperti ini akan mampu menghindari ekspektasi yang tidak tersampaikan yang akhirnya menjadi kekecewaan yang berulang.

4. Lakukan 1 Hal Sederhana Setiap Harinya (Yang Menunjukkan Kamu Peduli)

Tidak perlu mewah. Hal-hal sederhana sangat bisa memberikan kesan yang mendalam kepada pasangan, jika kita melakukannya dengan niat tulus untuk pasangan. Misalnya, membuatkan teh atau kopi tanpa diminta, memeluk pasangan setiap pagi selama 10 detik sebelum pergi, atau memuji penampilan pasangan. Membangun koneksi emosional yang mendalam dengan pasangan dilakukan dari konsistensi kecil, bukan dari momen besar yang langka.

5. Ketahui Kapan Harus Berbicara Dengan Profesional

Jika kamu sudah mencoba tetapi masih merasa bingung dan hubungan dengan pasangan juga tidak kunjung membaik, bukan berarti usaha atau upaya yang kamu lakukan tidak berhasil. Tandanya justru kamu sangat peduli, dan butuh dukungan yang aman. Melibatkan konselor pernikahan berpengalaman dapat menjadi ruang netral untuk membantumu menemukan pola, memahami luka lama, dan kamu dan pasangan bersama-sama untuk menyembuhkannya. Zaman saat ini telah banyak layanan yang menyediakan jasa konsultasi pernikahan profesional dan berpengalaman, salah satunya adalah Reda Konseling. Yuk Obrolin Aja Masalahmu, Karena Kebahagiaan Itu Butuh Untuk Diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!

 

Bimbingan Pernikahan Online

Bimbingan Pernikahan Online : Punya Suami Autis

Bimbingan Pernikahan Online

Bimbingan Pernikahan Online : Punya Suami Autis, Pertahankan Atau Tinggalkan? | Perlu diketahui, terkadang kita tidak sadar dan tidak tahu bahwa terdapat makna dari perilaku-perilaku tertentu yang pasangan kita lakukan. Apalagi, perilaku tersebut terlihat aneh dan bahkan berulang diterapkan. Tidak hanya itu, pasangan kita sulit sekali untuk diajak berkomunikasi atau mengobrol santai meskipun kita telah melakukan berbagai cara dan upaya. Kurangnya respons pasangan kita, bahkan keengganan mereka untuk menanggapi sama sekali, membuat kita sakit hati dan merasa tidak dihargai. Hal-hal seperti ini bisa jadi bukan karena pasangan kita tidak lagi peduli dengan kita, tetapi karena pasangan kita memiliki sindrom autisme. Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Apakah kita harus meninggalkannya? Pada kali ini kita akan membahasnya secara tuntas.

Apa Itu Autisme? Fakta Ilmiah yang Harus Pasangan Ketahui

Autisme, atau Autism Spectrum Disorder (ASD), adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Menurut American Psychiatric Association (DSM-5, 2013), spektrum autisme sangat luas: dari yang sangat ringan (high-functioning autism) hingga yang memerlukan dukungan intensif.

Bertahan atau Melepaskan?

Argumen untuk Bertahan

  1. Islam Mendorong Kesabaran dalam Rumah Tangga

Allah SWT berfirman:

 “Dan bergaullah dengan mereka secara patut…”

(QS. An-Nisa: 19)

Jika suami tidak melakukan kekerasan dan tetap menjaga tanggung jawabnya, istri didorong untuk mendampingi dan mendukung, karena sejatinya pernikahan adalah tentang saling menanggung beban.

  1. Autisme Bukan Dosa atau Aib

Dalam Islam, manusia diuji dengan berbagai cara. Allah berfirman:

 “Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

(QS. Al-Baqarah: 155)

Suami yang autis bisa jadi merupakan ujian yang mengangkat derajat, bukan hukuman. Dalam konteks ini, mendampinginya adalah ladang pahala.

  1. Bisa Menjadi Ladang Pahala dan Penghapus Dosa

Rasulullah SAW bersabda:

 “Tidaklah seorang Muslim tertimpa keletihan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan, atau kegelisahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Mendampingi suami dalam keterbatasan, dengan niat ikhlas dan ibadah, termasuk dalam kategori ini.

Argumen untuk Melepaskan

Namun, tidak semua situasi bisa terlewati dengan sabar. Jika:

  • Suami melakukan kekerasan fisik atau emosional,
  • Tidak ada komunikasi yang mungkin dibangun,
  • Tidak ada niat baik dari pihak suami atau keluarga untuk memperbaiki hubungan,

Maka demikian, Islam memberikan jalan keluar yang terhormat, yakni perceraian (khulu’ atau talak). Allah berfirman:

“Jika kamu khawatir terjadi perselisihan antara keduanya (suami-istri), maka kirimlah seorang hakam (penengah) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan…”

(QS. An-Nisa: 35)

Perceraian bukan dosa, tapi jalan syar’i untuk mengakhiri bahaya jika mempertahankan hubungan justru menghancurkan jiwa.

Autisme bukanlah akhir dari cinta, tapi bentuk cinta yang menuntut kesabaran dan pemahaman lebih dalam. Jika suami dengan autisme tetap menjaga akhlaknya dan berusaha membina rumah tangga, maka istri yang bertahan dalam kebaikan sedang meniti jalan surga. Namun jika kondisi telah membahayakan secara fisik dan mental, Islam tidak memaksa seseorang tinggal dalam pernikahan yang merusak. Kunci utamanya adalah: niat, ilmu, dan pertimbangan maslahat.

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

(QS. At-Talaq: 2-3)

Menjalani Pernikahan dengan Pasangan Autisme

Pahami Bahwa Autisme Bukan Masalah Kepribadian!

Autisme bukanlah masalah kepribadian. Menurut Dr Cindy dalam bukunya yang berjudul “Loving Someone with Aspenger’s Syndrome : Understanding and Connecting with Your Partner”, pasangan dengan Aspenger (Autisme) tidak bermaksud menyakiti atau mengabaikan. Mereka hanya berpikir dan memproses emosi dan informasi dengan cara yang berbeda. jangan anggap mereka “tidak peduli” karena kurang ekspresif secara emosional. Itu lebih kepada perbedaan neurologis daripada kurang cinta.

Menerima Perbedaan Gaya atau Cara Komunikasi

Pasangan dengan sindrom autis mungkin akan sulit memahami atau membaca bahasa tubuh atau isyarat sosial yang mengandung makna tertentu. Maka dari itu, penting untuk mengkomunikasikan secara langsung dan jelas terkait apa yang ingin disampaikan. Dengan demikian, hindari ekspektasi atau asumsi bahwa pasangan akan mengetahui dengan sendirinya apa yang kita butuhkan. Sebaliknya, komunikasikan dengan jelas, spesifik, dan tidak ambigu.

Validasi Perasaan Masing-Masing

Bagi Dr. Cindy, merupakan hal yang penting bagi pasangan yang mengidap sindrom autisme untuk mengakui rasa frustasi, kesepian, atau kebingungan mereka sendiri tanpa menyalahkan. Jangan ragu untuk saling mengungkapkan perasaan satu sama lain tanpa saling menyudutkan, misalnya : “Aku merasa tidak terlihat ketika kamu tidak menyapaku” daripada “Kamu tidak pernah peduli”

Ciptakan Pola Kehidupan Yang Jelas Dan Terstruktur

Individu dengan sindrom autisme cenderung nyaman dengan kegiatan yang terstruktur. Contohnya seperti membuat jadwal harian, kesepakatan tanggung jawab, dan aturan komunikasi yang membantu mengurangi konflik.

Jaga Harapan Realistis

Penting untuk menekankan bahwa kita harus menyesuaikan perubahan besar pada pasangan dengan sindrom autisme dengan kemampuan neurologis mereka, bukan dengan tekanan emosional. Dengan kata lain, jangan berharap pasangan akan berubah sepenuhnya menjadi seperti “pasangan normal”, tetapi mereka bisa untuk beradaptasi perlahan.

Temukan Keseimbangan Empati dan Batasan

Empati secara berlebihan pada pasangan dengan sindrom autisme akan membuat pasangan justru kehilangan identitas dan kebutuhan pribadinya. Oleh karena itu, buatlah ketentuan dan batasan yang sehat. Contohnya, “Aku butuh 30 menit untuk didengarkan setiap harinya.” dan pastikan kegiatan itu menjadi rutinitas.

Konsultasi dengan Konselor Berpengalaman, Reda Konseling

Konsultasi dengan konselor pernikahan berpengalaman dapat membantu kita untuk memahami lebih baik cara menjalani hubungan pernikahan yang harmonis dengan pasangan serta menghadapi berbagai tantangan di dalamnya. Zaman saat ini telah banyak layanan konsultasi pernikahan profesional dan berpengalaman, salah satunya adalah Reda Konseling. Yuk Obrolin Aja Masalahmu, Karena Kebahagiaan Itu Butuh Untuk Diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!

Konsultasi Pernikahan Indonesia

Konsultasi Pernikahan Indonesia : Mengelola Harga Diri

Konsultasi Pernikahan Indonesia

Konsultasi Pernikahan Indonesia : Mengelola Harga Diri | Harga diri merupakan salah satu variabel penting yang mampu memengaruhi kemajuan atau kemunduran sebuah pernikahan. Jika tidak mengelola harga diri dengan baik, pasangan bisa mengalami kemunduran dalam hubungan pernikahan. Artikel ini membahas pentingnya menjaga harga diri dalam pernikahan, yang akan menjadi fondasi kuat dalam sebuah hubungan pernikahan.

Pentingnya Mengelola Harga Diri

Dalam buku Love & Low Self-Esteem : How to Help and Support a Partner Struggling with Self-Esteem in a Relationship, harga diri memiliki pengaruh yang kuat terhadap kelanggengan sebuah hubungan pernikahan. Hal-hal yang berpengaruh dalam aktivitas pernikahan sebuah pasangan antara lain :

Menentukan Seseorang Mencintai dan Dicintai

Bagaimana seseorang mengelola harga dirinya akan berpengaruh dengan bagaimana ia mencintai pasangannya. Seseorang dengan harga diri yang rendah seringkali meragukan pasangannya, selalu mencoba mencari validasi dari pasangannya, atau seringkali merasa takut dikhianati atau ditinggal oleh pasangannya, meskipun ketakutan tersebut tidaklah nyata atau benar terjadi. Orang tersebut pada akhirnya mudah merasa cemburu, defensif, memiliki ketergantungan emosional yang tinggi dengan pasangan yang akan menjadi sangat melelahkan untuk kedepannya.

Menghambat Komunikasi Yang Sehat

Seseorang dengan harga diri yang rencah cenderung sulit untuk menyampaikan kebutuhan atau ketidaknyamanan yang terasa, karena takut akan memicu konflik. Mereka cenderung menyimpan dan memendam rasanya sendiri, yang lama kemudian meledak dalam bentuk kemarahan pasif atau frustasi. Seseorang dengan harga diri yang rendah seringkali juga menilai bahwa kritik merupakan serangan terhadap nilai diri mereka.

Mempengaruhi Keintiman dan Kedekatan

Seseorang dengan harga diri yang rendah akan merasa tidak pantas mendapatkan cinta atau kasih sayang. Karena merasa begitu justru mereka hendak menjaga diri secara emosional dari pasangan karena takut disakiti, cenderung menolak pujian atau kasih sayang, bahkan dalam beberapa kasus mereka menggunakan seks untuk mencari validasi, bukan sebagai ekspresi cinta.

Harga Diri Membentuk Dinamika Kekuatan dalam Hubungan

Seseorang dengan harga diri yang rendah bisa menjadi terlalu penakut, sehingga selalu menuruti pasangannya, karena ia takut pasangannya akan meninggalkannya. Atau bisa juga sebaliknya, ia akan sangat mengontrol pasangannya untuk menutupi rasa tidak aman yang ia rasakan. Tentunya kedua-keduanya akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam hubungan, sehingga memicu ketegangan jangka panjang.

Membangun Harga Diri = Membangun Fondasi Pernikahan

Penulis menjelaskan bahwa kunci dalam hubungan pernikahan kuat dengan pasangan adalah pengelolaan harga diri yang baik. Pengelolaan harga diri yang baik akan mampu meminimalisir konflik-konflik pernikahan yang seringkali terjadi, yaitu komunikasi. Pengelolaan harga diri yang baik tidak akan membuat komunikasi antara satu dengan yang lainnya menjadi terhambat. Pasangan bisa menyampaikan semua pikiran dan perasaannya tanpa hambatan. Saat mereka mengelola harga diri dengan baik, kualitas hubungan pun tumbuh. Keduanya jadi lebih mengenal diri sendiri dan pasangannya karena membangun komunikasi yang terbuka tanpa menyembunyikan apa pun. Mereka juga mampu mengelola rasa sungkan atau perasaan inferior dengan lebih sehat. Pengelolaan harga diri yang benar juga mampu menumbuhkan rasa saling menghargai satu sama lain tanpa saling bergantung, atau rasa aman tanpa harus membuktikan cinta setiap saat.

Konsultasi Pernikahan Indonesia, Reda Konseling

Di Indonesia telah banyak layanan konsultasi pernikahan dengan konselor profesional dan berpengalaman. Salah satunya adalah Reda Konseling yang merupakan layanan konsultasi pernikahan dan keluarga berpengalaman. Yuk obrolin aja masalahmu, karena kebahagiaan itu butuh untuk diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!

 

 

Konseling Pernikahan

Konseling Pernikahan : Alasan Tidak Nyambung Dengan Pasangan

Konseling Pernikahan

Konseling Pernikahan : Alasan Tidak Nyambung Dengan Pasangan | Mengapa pasangan itu berubah sebelum menikah dan setelah menikah?

Jawabannya adalah karena manusia setiap hari berubah. Setiap harinya kita memperoleh informasi dari berbagai sumber, seperti televisi, surat kabar, media sosial, juga dari orang-orang yang baru dan lingkungan yang baru, Darisana kita juga turut menghadapi berbagai masalah yang baru secara langsung, dan secara signifikan merubah persepsi, pikiranm dan perilaku kita bersamaan. Kita berubah menjadi manusia yang baru, begitu juga dengan pasangan kita.

Kadang kita tidak sadar bahwa manusia akan terus berubah, baik itu ke arah yang lebih baik atau ke arah yang lebih buruk, Namun terlepas dari  itu semua, pada akhirnya kebanyakan orang yang berumah tangga merasa hidup dengan orang asing, karena pasangan yang dicintainya dulu sebelum menikah kemudian menjadi orang yang berbeda setelah menikah. Perubahan ini kemudian merubah dinamika hubungan dalam pernikahan, ada kalanya ini menjadi kejutan yang bernilai positif dan ada pula menjadi kejutan yang negatif.

Tidak banyak orang yang siap dengan perubahan, apalagi  yang berubah adalah pasangan hidup kita, orang yang kita cintai. Jika tidak di antisipasi maka kita bisa merasa sangat asing dengan pasangan kita sendiri, sampai muncul rasa bahwa kita tidak kenal lagi dengan pasangan dan pada akhirnya di masa munculnya konflik akan sulit untuk di mediasi karena merasa tidak lagi sefrekuensi.

Nah, agar pondasi rumah tangga kuat dari dinamika perubahan yang terjadi dengan pasangan, dibutuhkan 7 prinsip yang dikemukakan oleh Dr. John Gottman dalam bukunya yangg berjudul “THE SEVEN PRINCIPLES FOR MAKING MARRIAGE WORK“, yaitu LOVE MAP, yang menjadi prinsip pertama dalam membangun pondasi rumah tangga yang kuat. Pada artikel ini akan membahas tentang apa itu Love Map, alasan Love Map merupakan hal yang penting, dan contoh Love Map yang kuat dengan Love Map yang lemah.

Baca Juga : Bimbingan Pernikahan Jakarta : Membangun Kepercayaan Pasca Perselingkuhan

APA ITU LOVE MAP?

Love map atau peta cinta adalah istilah yang digunakan oleh Dr. John Gottman untuk menggambarkan peta mental tentang dunia  pasangan, yaitu seberapa banyak kamu tahu tahu tentang kehidupan batin, keseharian, dan dunia emosional pasanganmu.

  • Apa yang pasanganmu suka?
  • Apa yang dia takuti?
  • Siapa sahabat terdekatnya?
  • Apa yang dia bikin stress minggu ini?
  • Apa mimpinya yang belum tercapai?
  • Nilai hidup apa yang dia pegang?
  • Hal kecil apa yang bisa bikin dia senang atau kesal?

Semakin detail pertanyaan, maka semakin kita mengetahui dan mengenal pasangan kita, baik dari bagaimana mindset yang dimiliki dan emosinya. Hal ini akan memudahkan kita untuk terkoneksi atau nyambung dengan pasangan.

MENGAPA LOVE MAP PENTING?

Dunia seseorang selalu  berubah. Bisa karena stress kerja, fase hidup, atau juga karena prioritas baru. Jika kita tidak memperbaharui love map atau peta cinta pasangan kita, akan ada perasaan dimana kita merasa asing dengan pasangan. Sedangkan love map atau peta cinta sangat penting dalam suatu hubungan, dalam fase kehidupan rumah tangga untuk terud di upgrade oleh masing-masing pasangan, baik pihak suami ataupun pihak istri. Semisal ada konflik, karena love maps nya selalu update maka pasangan tidak akan mudah berpisah. Love maps yang selalu di upgrade akan membuat kedua pasangan memiiki  kelekatan secara emosional, juga merasa terhubung secara emosional.

Jika kondisi jalan raya yang menghubungkan rumah kita ke kantor terus berubah setiap hari karena perbaikan jalan, kemacetan, kecelakaan, atau perubahan rute, maka kita akan mencari dan meng-update informasi terbaru tentang rute tercepat yang bisa kita lewati agar bisa sampai di kantor tepat waktu. Pun sama dengan Love Map, kita perlu untuk tetap update love map atau peta cinta pasangan kita agar kita tahu, ada kemacetan apa dalam rute persepsi pasangan kita, perbaikan sirkuit persepsi atau cara berpikirnya yang telah berubah karena sesuatu, atau apa ada kecelakaan dalam sirkuit perasaannya sehingga memengaruhi kondisi emosional pasangan, agar kita peka terhadap sisi-sisi sensitif pasangan dan mampu menempatkan diri dengan baik. Tanpa upaya ini, mungkin pasangan merasa kecewa dengan sikap, reaksi dan ekspresi yang kita sajikan untuknya.

CONTOH LOVE MAP YANG KUAT VS LEMAH?

  • PASANGAN A (KUAT)
    Suami memberikan uang belanja yang kurang dari bulan sebelumnya, karena suami mengalami penurunan karir sehingga insentif atau gajinya pun turun. Mengetahui hal tersebut istri menerima uang belanja dari suami penuh dengan rasa syukur, kemudian memberikan dukungan kepada suami baik secara moral dan finansial, dengan membuka ide bisnis kecil-kecilan bersama ibu-ibu rumah tangga yang lain untuk menutupi kekurangan uang belanja rumah tangga. Kemudian suami pun memuji upaya yang istri lakukan, lalu usaha rumahan tersebut semakin bagus dan ini berimplikasi pekerjaan rumah tangga banyak terbengkalai. Tetapi suami mengerti dan kemudian membantu tugas-tugas rumah tangga tersebut seperti mencuci baju, menyapu dan mengepel rumah dll.
  • PASANGAN B (LEMAH)
    Ketika uang belanja yang suami berikan kurang dari bulan sebelumnya, istri marah-marah dan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan dan membandingkan dengan suami yang lain. Bahkan performa melayani suami juga turun kualitasnya seperti tidak menyiapkan makan malam, dan menolak ajakan berhubungan seksual. Tidak hanya itu, istri juga membuat status di media sosial tentang suami yang kurang nafkahnya, sampai mengikuti tren untuk membuat konten suami mokondo sebagaimana yang viral di media sosial. Hal ini tentunya membuat perasaan suami sangat sedih dan kecewa, pun harga diri nya sebagai suami juga terluka.

Baca Juga : Konseling Pranikah Online : Mengelola Konflik Dengan Pasangan

KIAT-KIAT KOMONIKASI MENGUPDATE LOVE MAP ATAU PETA CINTA PASANGAN

1. Komunikasi Asertif

Seseorang menggunakan komunikasi asertif untuk menyampaikan pendapatnya secara lugas tanpa menyinggung orang lain, baik secara verbal maupun nonverbal. Kita dapat menjadikan teknik komunikasi ini sebagai kiat yang berguna untuk mengupdate love map atau peta cinta pasangan, karena kita menyampaikan hal-hal yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Beberapa contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari bersama pasangan antara lain:

  • Menyatakan Kebutuhan,
    “Kenapa kamu lupa cuci piring?”
    Bisa diganti dengan :
    “Aku merasa kecapekan dengan pekerjaan rumah. Bisa kamu bantuin aku untuk cuci piring setelah makan?”
  • Mengungkapkan Emosi.
    “Kamu terus mengabaikan aku!”
    Dapat diganti dengan :
    “Aku merasa tidak dihargai ketika kamu tidak mendengarku hingga selesai. Aku ingin kamu tahu kalau aku membutuhkan perhatianmu.”
  • Memuji Secara Jujur
    Daripada diam, bisa diungkapkan dengan :
    “Aku bersyukur kamu bisa membuatku senang. Terima kasih.”
  • Meminta Perubahan
    “Kamu terus aja begini!”
    Dapat diubah dengan :
    “Aku merasa tidak nyaman kalau kamu berbicara dengan nada seperti itu. Bisa berbicara dengan nada yang lebih lembu

2. Ngobrol Tiap Hari

Aktivitas mengobrol yang dilakukan setiap harinya tidak harus lama. Dilakukan dengan waktu singkat juga tidak masalah, asalkan keduanya berniat untuk saling mendengarkan juga memahami. Bukan hanya sekedar mendengarkan tetapi tidak memahami.

Berikut contoh instrumen pertanyaan yang bisa dipraktikan sebagai pembuka :

  • “Hari ini apa yang paling menyenangkan buatmu?”
  • “Apa yang kamu khawatirkan minggu ini?”
  • “Apa yang sedang kamu pikirkan belakangan ini?”
  • “Apa impian yang belum kamu ceritakan ke aku?”

Konsultasi Dengan Konselor Pernikahan dan Keluarga Berpengalaman

Zaman saat ini tersedia layanan konsultasi pernikahan yang dapat membantu berbagai pasangan yang memiliki kendala, masalah, atau konflik dalam hubungan pernikahannya. Telah banyak layanan konsultasi pernikahan dan keluarga profesional dan berpengalaman di Indonesia, salah satunya adalah Reda Konseling. Yuk obrolin aja masalahmu, karena kebahagiaan itu butuh untuk diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!

Konseling Pernikahan Bogor

Konseling Pernikahan Bogor : Pasangan Dengan Gangguan Mental

Konseling Pernikahan Bogor

Konseling Pernikahan Bogor : Pasangan Dengan Gangguan Mental | Menikah adalah keputusan seumur hidup. Sebuah hubungan pernikahan bukanlah hubungan yang dapat diakhiri dengan mudahnya jika terdapat rasa ketidaknyamanan. Pernikahan merupakan hubungan yang sakral, memuat komitmen kuat untuk bersama selamanya, hingga maut memisahkan. Namun, apabila diketahui terdapat pasangan yang memiliki gangguan mental, tantangan pernikahan mungkin akan sedikit lebih kompleks. Karena gangguan mental itu sendiri berpengaruh terhadap cara seseorang dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari, seperti bagaimana cara berinteraksi dengan pasangan dan orang terdekat, cara merespon atau memberikan tanggapan, kebiasaan dalam menjalani rutinitas sehari-hari, cara memaknai atau mengelola emosi dalam menghadapi masalah dan tantangan pernikahan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan membahas tentang gangguan mental itu sendiri serta cara mengelola pernikahan dengan pasangan yang memiliki gangguan mental.

Arti dari Gangguan Mental

Menurut APA (American Psychiatric Association) mendefinisikan gangguan mental sebagai suatu sindrom yang menunjukkan gangguan klinis yang signifikan dalam kognisi, regulasi emosi, atau perilaku, yang mencerminkan disfungsi dalam proses psikologis, biologis, atau perkembangan yang mendasari fungsi mental. Artinya, gangguan mental tidak hanya membahas tentang merasa sedih atau cemas. Kondisi tersebut serius dan tidak bisa kita anggap sepele, karena dapat menganggu kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan orang lain secara sehat.

WHO (World Health Organization) mendefinisikan gangguan mental sebagai kondisi kesehatan yang menunjukkan adanya gangguan signifikan dalam pikiran, emosi, atau perilaku, yang berkaitan dengan gangguan fungsi psikologis, biologis, atau perkembangan. WHO juga menegaskan bahwa gangguan mental tidak berasal dari kelemahan pribadi, melainkan muncul akibat kombinasi berbagai faktor, seperti faktor genetik, biologis, lingkungan, dan psikososial.

Dari dua referensi tersebut, dapat kita pahami bahwa gangguan mental merupakan kondisi yang serius, nyata, dan kompleks sehingga memengaruhi fungsi kognitif, emosional, dan sosial seseorang. Pun juga dalam pernikahan, kita tidak bisa menangani pasangan yang memiliki gangguan mental secara sembarangan.. Pasangan harus menerapkan cara-cara tertentu agar hubungannya dengan pasangan tidak berangsur memburuk.

Cara Mengelola Pernikahan Dengan Pasangan Gangguan Mental

Menurut Rebecca Woolis dalam bukunya yang berjudul “When Someone You Love Has A Mental Illness”, beberapa cara dalam mengelola pernikahan dengan pasangan yang memiliki gangguan mental antara lain sebagai berikut :

  1. Menerima Kenyataan dan Meningkatkan Pemahaman.Kita perlu menerima bahwa pasangan kita memiliki gangguan mental tertentu dan secara aktif menambah wawasan tentang gangguan mental yang mereka alami. Dengan memahami hal tersebut, kita dapat menghindari definisi yang keliru terhadap perilaku pasangan dan menyadari bahwa mereka tidak melakukannya karena kemauan buruk, melainkan karena kondisi medis yang mereka alami.
  2. Menjaga Komunikasi Yang Realistis dan Terbuka. Dalam berkomunikasi, gunakan bahasa yang tenang dan jelas, tanpa adanya indikasi untuk menyudutkan pasangan, bahkan membuat mereka tertekan. Jika pasangan dalam keadaan tidak stabil, kita tidak memaksa untuk diskusi emosional demi kondisi pasangan agar tetap baik. Kita juga perlu untuk menyusun pola komunikasi yang sesuai dengan kondisi mental pasangan kita.
  3. Membuat Rencana Perawatan dan Kontingensi. Pasangan dengan gangguan mental juga perlu untuk memiliki rencana perawatan jangka panjang untuk kedepannya. Bisa dengan membuat jadwal yang terstruktur dan konsisten untuk konsultasi dan terapi pada tenaga profesional dan berpengalaman.
  4. Menjaga Hubungan Emosional dan Intim. Woolis menekankan bahwa gangguan mental bukanlah akhir dari segalanya. Kita bisa menjaga keintiman pernikahan dengan menciptakan momen positif, menghindari konflik tidak produktif, dan konsisten menunjukkan kasih sayang serta penghargaan setiap hari.
  5. Membangun Sistem Dukungan Sosial. Tidak perlu sungkan untuk membuka diri terhadap bantuan, baik dari segi emosional maupun logistik seperti bantuan mengurus anak ketika pasangan dalam keadaan tidak stabil, melibatkan orang-orang terdekat dan tenaga profesional sebagai sistem dukungan dari eksternal. Pasangan dapat bergabung dalam komunitas untuk memperluas pengetahuan tentang gangguan mental dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.

Konsultan Pernikahan Berpengalaman, Reda Konseling

Melibatkan konsultan pernikahan berpengalaman merupakan pilihan strategi yang dapat dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan hubungan pernikahan tersebut selamanya. Pada masa kini telah banyak layanan konsultasi pernikahan dan keluarga profesional dan berpengalaman, salah satunya adalah dengan Reda Konseling. Yuk obrolin aja masalahmu, karena kebahagiaan itu butuh untuk diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk persiapkan sejak dini membangun hubungan keluarga penuh harmonis dan bahagia. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!

Bimbingan Pernikahan Jakarta

Bimbingan Pernikahan Jakarta : Membangun Kepercayaan Pasca Perselingkuhan

Bimbingan Pernikahan Jakarta

Bimbingan Pernikahan Jakarta : Membangun Kepercayaan Pasca Perselingkuhan | Perselingkuhan menjadi salah satu konflik pernikahan yang terjadi. Pada tahun 2023 sampai 2024, tidak sedikit media sosial membahas kasus perselingkuhan yang menimpa para artis-artis ternama, yang kemudian berujung dengan perceraian. Tetapi sebagian orang tetap memillih untuk kembali berbaikan dengan pasangannya, meski tentunya hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Hal tersebut karena berbagai faktor, baik itu dari faktor internal maupun faktor eksternal. Lantas, bagaimana caranya untuk membangun kembai kepercayaan pasca perselingkuhan? Pada artikel ini akan membahas faktor-faktor seseorang memutuskan untuk tetap bertahan, dan cara-cara yang dapat dilakukan untuk membangun kembali kepercayaan dengan pasangan pasca perselingkuhan.

Penyebab Mereka Memilih Untuk Bertahan

Ada beberapa alasan mengapa sebagian dari mereka memutuskan untuk tetap bertahan setelah dikhianati oleh pasangan. Menurut beberapa ilmuwan dan pakar hubungan, beberapa pertimbangan yang menjadi dasar atas pilihan tersebut antara lain :

Faktor Emosi Dan Ikatan Yang Kuat

Menurut John Bowlby, manusia memiliki kebutuhan untuk membangun ikatan emosional yang kuat dengan orang lain. Pasangan yang sudah lama bersama-sama cenderung telah memiliki keterikatan emosional yang mendalam, sehingga sulit untuk memutuskan berpisah meski telah dikhianati.

Harapan Untuk Memperbaiki Hubungan

Dalam penelitiannya tentang pernikahan, Dr. John Gottman menemukan bahwa pasangan tetap bertahan karena mereka berharap dapat memperbaiki hubungan yang telah rusak. Jika pasangan yang berselingkuh menyesali perbuatannya dan berupaya memperbaiki kesalahannya, pihak yang dikhianati sangat mungkin memilih untuk bertahan dengan harapan hubungan mereka kembali membaik.

Anak Dan Keluarga

Studi dari American Psychological  Association (APA) menjelaskan bahwa banyak orang tua yang memutuskan untuk bertahan meski telah dikhianati, karena perceraian akan memberikan dampak psikologis dan emosional untuk anak mereka. Dengan bertahan, stabilitas keluarga pada akhirnya tetap terjaga.

Sosial dan Budaya

Sebagian orang atau kelompok menganggap perceraIan merupakan hal yang tabu. Tekanan sosial dan budaya dari keluarga membuat seseorang memutuskan untuk tetap bertahan meski telah dikhianati oleh pasangan mereka, demi memenuhi ekspektasi.keluarga besar.

Ketergantungan Finansial

Menurut peneliatan dari Journal Of Marriage and Family, faktor ekonomi turut menjadi alasan seseorang memutuskan untuk tetap bertahan dalam pernikahan. Adanya ketergantungan dalam hal finansial dengan pasangan membuat mereka sulit memutuskan untuk meninggalkan pasangan, meski telah dikhianati.

Rasa Takut Akan Perubahan dan Ketidakpastian

Psikolog Dr. Helen Fisher menyampaikan bahwa otak manusia cenderung takut akan perubahan besar, termasuk perceraian.  Masa depan yang tidak pasti, seperti harus hidup sendiri atau mencari pasangan baru, seringkali membuat seseorang tetap bertahan meski hubungan pernikahan sudah tak lagi sehat.

Cara Kembali Membangun Kepercayaan Dengan Pasangan

1. Bangun Peta Cinta (Love Maps)

Dr. Gottman dalam bukunya berjudul The Seven Principal Of Marriage Work  menyampaikan bahwa mengenal pasangan secara mendalam merupakan hal yang penting. Mulai dari impian, harapan, ketakutan, juga nilai-nilai yang mereka miliki. Memahami pasangan dapat memberikan pemahaman kepada kita untuk kemudian memberikan perhatian yang lebih besar, untuk memperkuat rasa percaya satu sama lain.

2. Pelihara Rasa Sayang dan Kagum

Menjaga rasa hormat dan saling menghargai satu sama lain, baik istri kepada suami atau pun istri kepada suami merupakan hal yang sangat penting. Mengingat kembali momen-momen indah yang telah tercipta bersama-sama serta kualitas positif pasangan dapat membantu membangun kepercayaan kepada pasangan serta menghindari prasangka negatif.

3. Pecahkan Konflik Dengan Cara Yang Sehat

Pada faktanya sebuah konflik pernikahan tidak mampu untuk dihindari. Akan tetapi, cara konflik tersebut untuk diselesaikan dapat berpengaruh besar terhadap kepercayaan. Dr. Gottman menjelaskan bahwa untuk menyelesaikan konflik yang muncul tersebut dapat dengan percakapan yang lembut sebagai langkah awal, menggunakan humor, serta hindari kritik yang menyakitkan agar kepercayaan tidak rusak.

4. Biarkan Pasangan Memengaruhi Mu (Let Your Couple Influence You)

Saling menghargai pendapat dan keputusan satu sama lain adalah tanda bahwa ada kepercayaan dalam hubungan. Dr. Gottman menjelaskan bahwa pasangan yang bersedia terpengaruh oleh pasangan dapat membantu mereka untuk memiliki ikatan hubungan yang lebih sehat.

5. Membangun Dialog Yang Jujur dan Terbuka

Dr, Johnsonn dalam bukunya menjelaskan, bahwa berbicara dengan jujur dan terbuka mengenai perasaan, kebutuhan, dan ketakutan masing-masing pasangan merupakan hal yang penting. Percakapan mendalam tentang emosi dengan pasangan dapat membantu masing-masing untuk memahami satu sama lain dengan lebih baik.

6. Menjadikan Hubungan Sebagai Tempat Yang Aman

Dr. Johnson menekankan bahwa setiap pasangan harus berusaha mendukung satu sama lain, karena mereka membangun kepercayaan dengan menciptakan hubungan yang aman untuk berbagi emosi terdalam.

7. Konsultasi Dengan Konselor Pernikahan Berpengalaman

Melibatkan orang ketiga, seperti konselor pernikahan yang berpengalaman dapat menjadi pilihan untuk mewujudkan upaya membangun kembali kepercayaan dengan pasangan. Dengan begitu, suami dan istri dapat lebih memahami arti ikatan pernikahan secara mendalam serta mempelajari cara-cara spesifik untuk membangun kembali kepercayaan dengan pasangan sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing..

Reda Konseling, Layanan Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Berpengalaman

Salah satu konsultan pernikahan yang dapat menjadi opsi adalah Reda Konseling. Kami merupakan layanan konsultasi pernikahan dan keluarga berpengalaman, yang telah melayani puluhan klien secara profesional. Layanan konsultasi kami menggunakan berbagai sudut pandang secara terbuka dan pengetahuan terkini untuk penyelesaian akar masalah yang menyeluruh dan mendalam. Yuk Obrolin Aja Masalahmu, Karena Kebahagiaan Itu Butuh Untuk Diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!

Bimbingan Pernikahan Online

Bimbingan Pernikahan Online : Menikah Karena Agama

Bimbingan Pernikahan Online

Bimbingan Pernikahan Online : Menikah Karena Agama | Setiap pasangan memiliki alasan masing-masing untuk melangsungkan pernikahan. Ada yang karena cinta, ekonomi, lingkungan, dan sebagainya. Agama seringkali menjadi pertimbangan utama pasangan akhirnya memutuskan untuk menikah. Sekilas pertimbangan tersebut merupakan pertimbangnan yang sangat baik. Tetapi pada faktanya, terdapat hal lain yang sebenarnya perlu untuk juga diperhatikan dalam membangun hubungan pernikahan, seperti ekonomi, etika, komunikasi, dan sebagainya. Maka dari itu, apakah menikah hanya karena agama merupakan keputusan yang tepat? Pada artikel ini akan mengupas hal tersebut secara tuntas dan menyeluruh.

Aspek Kepuasan Pernikahan

Menurut ilmuwan Olson & Fowers (1993) , terdapat empat aspek-aspek dalam kepuasan sebuah hubungan pernikahan. 4 aspek tersebut antara lain :

Komunikasi

Pada aspek ini mencakup bagaimana perasaan dan sikap suami atau istri dalam berkomunikasi satu sama lain. Di aspek ini fokus pada kenyamanan masing-masing dalam menyampaikan dan menerima informasi emosional dan kognitif.

Aktivitas Bersama 

Aspek ini mencakup kegiatan yang dapat dilakukan ketika waktu senggang. Aspek ini berfokus untuk melihat apakah kegiatan yang dilakukan merupakan pilihan bersama, disertai harapan-harapan mengisi waktu luang bersama pasangan.

Orientasi Keagamaan

Pada aspek ini mencakup keyakinan pihak suami dan istri dalam beragama, dan aktivitas menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya pasangan suami dan istri akan sangat memerhatikan aspek ini, agar kelak dapat memberikan teladan dan contoh yang baik untuk anak-anak mereka ke depan.

Pemecahan Masalah

Aspek ini berfokus dalam hal bagaimana suami dan istri memandang masalah dalam pernikahan, serta bagaimana memecahkan sebuah masalah atau konflik dalam pernikahan.

Manajemen Keuangan

Aspek ini berkaitan dengan bagaimana sudut pandang pasangan terkait finansial keluarga, dan bagaimana cara pasangan mengelola keuangan mereka, dan pengambilan keputusan nya seperti apa. Hal ini mencakup bagaimana mereka membelanjakan uang mereka, mengelola aset dan investasi, dan sebagainya yang berkaitan.

Hubungan Seksual

Aspek ini memuat pada refleksi sikap berhubungan dengan masalah seksual, tingkah laku seksual, kesetiaan dengan pasangan, serta mengontrol kelahiran.

Keluarga Dan Teman

Aspek ini menilai perasaan dan perhatian mengenai hubungan dengan saudara, teman, atau keluarga. Berfokus pada penggambaran harapan dan kesenangan dalam menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman.

Kepribadian

Aspek ini mencakup persepsi seseorang tentang perilaku pasangannya, kebiasaan, dan tingkat kepuasan yang dirasakan seseorang akan kepribadian pasangan.

Kesamaan Peran

Aspek ini menilai perasaan dan sikap individu terhadap perannya dalam kehidupan pernikahan, seperti peran dalam pekerjaan, tugas rumah tangga, dan peran menjadi orang tua.

Melihat dari pembahasan di atas, dapat diketahui bahwa terdapat aspek-aspek selainnya sebuah pernikahan itu dapat mencapai kepuasan. Apabila dari aspek-aspek tersebut tidak terpenuhi, maka pernikahan yang dijalani tidak akan mencapai bahagia untuk kedua pihak. Agama merupakan faktor utama yang harus menjadi pertimbangan dalam melangsungkan hubungan pernikahan, akan tetapi menjadi perlu untuk pasangan agar memerhatikan aspek selainnya.

Apabila seorang pasangan hanya mempertimbangkan faktor agama dalam menjalani hubungan pernikahan, akan ada beberapa kemungkinan tantangan yang akan dihadapi. Kemungkinan tersebut antara lain :

  • Kurangnya kecocokan dalam kepribadian. Meskipun keduanya sama-sama merupakan tipikal religius, konflik tetap bisa saja datang karena perbedaan kepribadian yang ada di antara keduanya.
  • Tidak ada ikatan emosional yang kuat. Menikah hanya karena agama, tanpa didasari dengan kecocokan komunikasi dan perasaan dapat membuat hubungan pernikahan tersebut menjadi terasa hambar.
  • Faktor ekonomi dan tanggung jawab dalam rumah tangga. Agama merupakan hal penting, tapi tidak memungkiri kemampuan pasangan untuk memenuhi kebutuhan hidup juga perlu diperhatikan.

Menyeimbangkan Agama dan Faktor Lain Dalam Pernikahan

Menikah dengan berlandaskan agama merupakan hal yang baik. Akan tetapi, akan lebih baik jika pernikahan tersebut juga melibatkan aspek-aspek lainnya. Menikah tanpa kemampuan komunikasi yang baik juga tidak akan mampu membuat hubungan pernikahan tersebut bahagia, melainkan sering terjadinya perselisihan satu sama lain. Hubungan pernikahan tanpa perencanaan finansial dan keuangan yang matang, pada akhirnya membawa pernikahan tersebut kepada kesulitan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Sebuah hubungan pernikahan tanpa adanya pembagian peran dan tanggung jawab yang seimbang, hanya akan memicu rasa ketidakadilan, yang kemudian dapat memicu konflik yang berkelanjutan kedepannya. Menikah tanpa adanya tujuan dan visi pernikahan yang sama, hanya akan membawa pernikahan tersebut tanpa arah, hingga akhirnya memicu ketidakbermaknaan dan benak pertanyaan, apa tujuan dari pernikahan ini. Tanpa adanya visi yang sama, hubungan pernikahan yang telah dibangun pada akhirnya diartikan remeh, dan dengan mudahnya memutuskan untuk bercerai dikala konflik muncul.

Bimbingan Pernikahan Berpengalaman, Reda Konseling

Mengikuti bimbingan pernikahan dapat membantu para pasangan memahami lebih mendalam tentang makna pernikahan itu sendiri. Zaman saat ini telah banyak layanan yang menyediakan bimbingan atau konsultasi pernikahan dengan layanan profesional dan berpengalaman. Salah satunya adalah dengan   yang merupakan layanan konsultasi pernikahan dan keluarga berpengalaman. Yuk Obrolin Aja Masalahmu, Karena Kebahagiaan Itu Butuh Untuk Diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!