Bimbingan Pernikahan Jakarta

Bimbingan Pernikahan Jakarta : Membangun Kepercayaan Pasca Perselingkuhan

Bimbingan Pernikahan Jakarta

Bimbingan Pernikahan Jakarta : Membangun Kepercayaan Pasca Perselingkuhan | Perselingkuhan menjadi salah satu konflik pernikahan yang terjadi. Pada tahun 2023 sampai 2024, tidak sedikit media sosial membahas kasus perselingkuhan yang menimpa para artis-artis ternama, yang kemudian berujung dengan perceraian. Tetapi sebagian orang tetap memillih untuk kembali berbaikan dengan pasangannya, meski tentunya hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Hal tersebut karena berbagai faktor, baik itu dari faktor internal maupun faktor eksternal. Lantas, bagaimana caranya untuk membangun kembai kepercayaan pasca perselingkuhan? Pada artikel ini akan membahas faktor-faktor seseorang memutuskan untuk tetap bertahan, dan cara-cara yang dapat dilakukan untuk membangun kembali kepercayaan dengan pasangan pasca perselingkuhan.

Penyebab Mereka Memilih Untuk Bertahan

Ada beberapa alasan mengapa sebagian dari mereka memutuskan untuk tetap bertahan setelah dikhianati oleh pasangan. Menurut beberapa ilmuwan dan pakar hubungan, beberapa pertimbangan yang menjadi dasar atas pilihan tersebut antara lain :

Faktor Emosi Dan Ikatan Yang Kuat

Menurut John Bowlby, manusia memiliki kebutuhan untuk membangun ikatan emosional yang kuat dengan orang lain. Pasangan yang sudah lama bersama-sama cenderung telah memiliki keterikatan emosional yang mendalam, sehingga sulit untuk memutuskan berpisah meski telah dikhianati.

Harapan Untuk Memperbaiki Hubungan

Dalam penelitiannya tentang pernikahan, Dr. John Gottman menemukan bahwa pasangan tetap bertahan karena mereka berharap dapat memperbaiki hubungan yang telah rusak. Jika pasangan yang berselingkuh menyesali perbuatannya dan berupaya memperbaiki kesalahannya, pihak yang dikhianati sangat mungkin memilih untuk bertahan dengan harapan hubungan mereka kembali membaik.

Anak Dan Keluarga

Studi dari American Psychological  Association (APA) menjelaskan bahwa banyak orang tua yang memutuskan untuk bertahan meski telah dikhianati, karena perceraian akan memberikan dampak psikologis dan emosional untuk anak mereka. Dengan bertahan, stabilitas keluarga pada akhirnya tetap terjaga.

Sosial dan Budaya

Sebagian orang atau kelompok menganggap perceraIan merupakan hal yang tabu. Tekanan sosial dan budaya dari keluarga membuat seseorang memutuskan untuk tetap bertahan meski telah dikhianati oleh pasangan mereka, demi memenuhi ekspektasi.keluarga besar.

Ketergantungan Finansial

Menurut peneliatan dari Journal Of Marriage and Family, faktor ekonomi turut menjadi alasan seseorang memutuskan untuk tetap bertahan dalam pernikahan. Adanya ketergantungan dalam hal finansial dengan pasangan membuat mereka sulit memutuskan untuk meninggalkan pasangan, meski telah dikhianati.

Rasa Takut Akan Perubahan dan Ketidakpastian

Psikolog Dr. Helen Fisher menyampaikan bahwa otak manusia cenderung takut akan perubahan besar, termasuk perceraian.  Masa depan yang tidak pasti, seperti harus hidup sendiri atau mencari pasangan baru, seringkali membuat seseorang tetap bertahan meski hubungan pernikahan sudah tak lagi sehat.

Cara Kembali Membangun Kepercayaan Dengan Pasangan

1. Bangun Peta Cinta (Love Maps)

Dr. Gottman dalam bukunya berjudul The Seven Principal Of Marriage Work  menyampaikan bahwa mengenal pasangan secara mendalam merupakan hal yang penting. Mulai dari impian, harapan, ketakutan, juga nilai-nilai yang mereka miliki. Memahami pasangan dapat memberikan pemahaman kepada kita untuk kemudian memberikan perhatian yang lebih besar, untuk memperkuat rasa percaya satu sama lain.

2. Pelihara Rasa Sayang dan Kagum

Menjaga rasa hormat dan saling menghargai satu sama lain, baik istri kepada suami atau pun istri kepada suami merupakan hal yang sangat penting. Mengingat kembali momen-momen indah yang telah tercipta bersama-sama serta kualitas positif pasangan dapat membantu membangun kepercayaan kepada pasangan serta menghindari prasangka negatif.

3. Pecahkan Konflik Dengan Cara Yang Sehat

Pada faktanya sebuah konflik pernikahan tidak mampu untuk dihindari. Akan tetapi, cara konflik tersebut untuk diselesaikan dapat berpengaruh besar terhadap kepercayaan. Dr. Gottman menjelaskan bahwa untuk menyelesaikan konflik yang muncul tersebut dapat dengan percakapan yang lembut sebagai langkah awal, menggunakan humor, serta hindari kritik yang menyakitkan agar kepercayaan tidak rusak.

4. Biarkan Pasangan Memengaruhi Mu (Let Your Couple Influence You)

Saling menghargai pendapat dan keputusan satu sama lain adalah tanda bahwa ada kepercayaan dalam hubungan. Dr. Gottman menjelaskan bahwa pasangan yang bersedia terpengaruh oleh pasangan dapat membantu mereka untuk memiliki ikatan hubungan yang lebih sehat.

5. Membangun Dialog Yang Jujur dan Terbuka

Dr, Johnsonn dalam bukunya menjelaskan, bahwa berbicara dengan jujur dan terbuka mengenai perasaan, kebutuhan, dan ketakutan masing-masing pasangan merupakan hal yang penting. Percakapan mendalam tentang emosi dengan pasangan dapat membantu masing-masing untuk memahami satu sama lain dengan lebih baik.

6. Menjadikan Hubungan Sebagai Tempat Yang Aman

Dr. Johnson menekankan bahwa setiap pasangan harus berusaha mendukung satu sama lain, karena mereka membangun kepercayaan dengan menciptakan hubungan yang aman untuk berbagi emosi terdalam.

7. Konsultasi Dengan Konselor Pernikahan Berpengalaman

Melibatkan orang ketiga, seperti konselor pernikahan yang berpengalaman dapat menjadi pilihan untuk mewujudkan upaya membangun kembali kepercayaan dengan pasangan. Dengan begitu, suami dan istri dapat lebih memahami arti ikatan pernikahan secara mendalam serta mempelajari cara-cara spesifik untuk membangun kembali kepercayaan dengan pasangan sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing..

Reda Konseling, Layanan Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Berpengalaman

Salah satu konsultan pernikahan yang dapat menjadi opsi adalah Reda Konseling. Kami merupakan layanan konsultasi pernikahan dan keluarga berpengalaman, yang telah melayani puluhan klien secara profesional. Layanan konsultasi kami menggunakan berbagai sudut pandang secara terbuka dan pengetahuan terkini untuk penyelesaian akar masalah yang menyeluruh dan mendalam. Yuk Obrolin Aja Masalahmu, Karena Kebahagiaan Itu Butuh Untuk Diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!

Bimbingan Pernikahan Jakarta

Bimbingan Pernikahan Jakarta : Silent Treatment

Bimbingan Pernikahan Jakarta

Bimbingan Pernikahan Jakarta : Silent Treatment | Silent treatment menjadi salah satu istilah familier, dan seringkali berkaitan dengan para pasangan yang tengah menjalin hubungan. Silent treatment ini juga sering menjadi cara yang diterapkan dalam menyelesaikan konflik pernikahan yang ada. Lantas, apakah silent treatment merupakan cara yang tepat dalam menyelesaikan konflik pernikahan? Apa saja dampak yang akan terjadi apabila seseorang menerapkan silent treatment untuk menyelesaikan konflik pernikahan yang ada? Dalam artikel ini akan membahas tentang Silent Treatment itu sendiri, beserta dampak-dampak menerapkan silent treatment.

Pengertian Silent Treatment

Berdasarkan Jurnal Pendidikan Transformatif (Jupetra) tahun 2023, Silent treatment adalah bentuk penolakan untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan cara menahan diri secara verbal. Tujuannya adalah agar target mengerti dan memahami bahwa apa yang telah dilakukan merupakan hal yang salah. Pengertian lain dari Silent Treatment adalah situasi dimana salah satu pasangan sengaja mengabaikan atau menolak berkomunikasi dengan pasangannya sebagai respon terhadap konflik atau ketidakpuasan tertentu.

John Gray dalam buku Men Are From Mars, Women Are From Venus menekankan bahwa Silent Treatment dalam hubungan lawan jenis seringkali bukan karena kesengajaan, tetapi hasil dari perbedaan laki-laki dan perempuan dalam mengatasi masalah. Wanita seringkali menganggap diamnya laki-laki memiliki arti ketidakpedulian, yang mana bisa jadi laki-laki sedang mencari solusi untuk menyelesaikan konflik atau masalah yang ada. Abby Norman dalam bukunya yang berjudul The Silent Treatment  menjelaskan bahwa silent treatment merupakan bentuk manipulasi emosional. Bukan sekedar tindakan diam atau menghindari konflik, namun juga bisa menjadi alat untuk mengontrol dan menghukum pasangan secara psikologis.

Dampak Yang Ditimbulkan Dari Silent Treatment

Beberapa dampak yang mungkin akan muncul apabila pasangan menerapkan silent treatment satu sama lain :

  • Adanya jarak emosional yang mendalam dengan pasangan. Efek ini dapat terjadi apabila silent treatment berlangsung lama dan berkepanjangan. Jarak emosional ini pada akhirnya dapat membuat pasangan tidak lagi dihargai, dan justru diabaikan.
  • Mengurangi keintiman dengan pasangan, sehingga pasangan merasa terisolasi dan tidak dimengerti.
  • Tidak benar-benar menghadapi masalah. Artinya, pasangan tidak benar-benar menyelesaikan konflik atau masalah yang ada bersama-sama, sehingga tidak ada kemajuan dalam hubungan tersebut menuju kondisi yang lebih baik lagi.

Mencegah Silent Treatment Dalam Hubungan

Jika silent treatment dalam sebuah hubungan terjadi terus menerus tanpa ada upaya pencegahan, lambat laun akan semakin memperburuk hubungan tersebut. Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya silent treatment dengan pasangan :

  1. Membangun Komunikasi. Komunikasi merupakan fondasi dasar dalam sebuah hubungan. Bangunlah komunikasi sebaik mungkin dengan pasangan, sampaikan secara terbuka uneg-uneg yang terpendam kepada pasangan. Berkomunikasi secara terbuka dengan pasangan juga dapat melatih kejujuran dengan diri sendiri terhadap apa yang kita rasakan, dan tentunya hal tersebut dapat memberikan dampak yang positif untuk kesehatan mental kita ke depannya.
  2. Mendengarkan Pasangan Dengan Baik. Selain komunikasi, kita juga harus menjadi pendengar yang baik. Berikan pasangan waktu dan kesempatan untuk mencurahkan hati dan pikirannya secara menyeluruh. Ciptakan kenyamanan pasangan dalam bercerita, dengan begitu pasangan tidak akan segan untuk berbicara secara jujur dan cenderung menjauhi pilihan untuk menerapkan silent treatment kepada pasangannya.
  3. Kelola Emosi Dengan Baik. Alangkah pentingnya untuk dapat mengelola emosi dengan baik ketika konflik sedang muncul. Mengelola emosi  dengan baik akan membantu pasangan untuk menyelesaikan konflik yang ada dengan bijaksana dan kepala dingin, dan meminimalisir konflik tersebut menjadi keruh.
  4. Berkonsultasi Dengan Konselor Ahli. Konsultasi dengan konselor yang berpengalaman dalam pernikahan juga dapat membantu mencegah terjadinya silent treatment. Dengan berkonsultasi, konselor nantinya dapat membimbing pihak suami dan istri agar kembali menjalin komunikasi yang baik satu sama lain.

Konsultasikan Dengan Konselor Berpengalaman

Untuk melibatkan konselor dalam menyelesaikan konflik pernikahan yang ada, tentunya pasangan harus memilih konselor yang berpengalaman dalam memberikan mediasi agar pasangan dapat kembali harmonis. Zaman saat ini telah banyak layanan konsultasi pernikahan profesional dan berpengalaman, salah satunya adalah Reda Konseling yang siap membantu hubungan pernikahan mu kembali bahagia dan harmonis. Yuk obrolin aja masalahmu, karena kebahagiaan itu butuh untuk diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk persiapkan sejak dini membangun hubungan keluarga penuh harmonis dan bahagia. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!

 

 

 

 

Bimbingan Pernikahan Online

Bimbingan Pernikahan Online : Menikah Karena Agama

Bimbingan Pernikahan Online

Bimbingan Pernikahan Online : Menikah Karena Agama | Setiap pasangan memiliki alasan masing-masing untuk melangsungkan pernikahan. Ada yang karena cinta, ekonomi, lingkungan, dan sebagainya. Agama seringkali menjadi pertimbangan utama pasangan akhirnya memutuskan untuk menikah. Sekilas pertimbangan tersebut merupakan pertimbangnan yang sangat baik. Tetapi pada faktanya, terdapat hal lain yang sebenarnya perlu untuk juga diperhatikan dalam membangun hubungan pernikahan, seperti ekonomi, etika, komunikasi, dan sebagainya. Maka dari itu, apakah menikah hanya karena agama merupakan keputusan yang tepat? Pada artikel ini akan mengupas hal tersebut secara tuntas dan menyeluruh.

Aspek Kepuasan Pernikahan

Menurut ilmuwan Olson & Fowers (1993) , terdapat empat aspek-aspek dalam kepuasan sebuah hubungan pernikahan. 4 aspek tersebut antara lain :

Komunikasi

Pada aspek ini mencakup bagaimana perasaan dan sikap suami atau istri dalam berkomunikasi satu sama lain. Di aspek ini fokus pada kenyamanan masing-masing dalam menyampaikan dan menerima informasi emosional dan kognitif.

Aktivitas Bersama 

Aspek ini mencakup kegiatan yang dapat dilakukan ketika waktu senggang. Aspek ini berfokus untuk melihat apakah kegiatan yang dilakukan merupakan pilihan bersama, disertai harapan-harapan mengisi waktu luang bersama pasangan.

Orientasi Keagamaan

Pada aspek ini mencakup keyakinan pihak suami dan istri dalam beragama, dan aktivitas menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya pasangan suami dan istri akan sangat memerhatikan aspek ini, agar kelak dapat memberikan teladan dan contoh yang baik untuk anak-anak mereka ke depan.

Pemecahan Masalah

Aspek ini berfokus dalam hal bagaimana suami dan istri memandang masalah dalam pernikahan, serta bagaimana memecahkan sebuah masalah atau konflik dalam pernikahan.

Manajemen Keuangan

Aspek ini berkaitan dengan bagaimana sudut pandang pasangan terkait finansial keluarga, dan bagaimana cara pasangan mengelola keuangan mereka, dan pengambilan keputusan nya seperti apa. Hal ini mencakup bagaimana mereka membelanjakan uang mereka, mengelola aset dan investasi, dan sebagainya yang berkaitan.

Hubungan Seksual

Aspek ini memuat pada refleksi sikap berhubungan dengan masalah seksual, tingkah laku seksual, kesetiaan dengan pasangan, serta mengontrol kelahiran.

Keluarga Dan Teman

Aspek ini menilai perasaan dan perhatian mengenai hubungan dengan saudara, teman, atau keluarga. Berfokus pada penggambaran harapan dan kesenangan dalam menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman.

Kepribadian

Aspek ini mencakup persepsi seseorang tentang perilaku pasangannya, kebiasaan, dan tingkat kepuasan yang dirasakan seseorang akan kepribadian pasangan.

Kesamaan Peran

Aspek ini menilai perasaan dan sikap individu terhadap perannya dalam kehidupan pernikahan, seperti peran dalam pekerjaan, tugas rumah tangga, dan peran menjadi orang tua.

Melihat dari pembahasan di atas, dapat diketahui bahwa terdapat aspek-aspek selainnya sebuah pernikahan itu dapat mencapai kepuasan. Apabila dari aspek-aspek tersebut tidak terpenuhi, maka pernikahan yang dijalani tidak akan mencapai bahagia untuk kedua pihak. Agama merupakan faktor utama yang harus menjadi pertimbangan dalam melangsungkan hubungan pernikahan, akan tetapi menjadi perlu untuk pasangan agar memerhatikan aspek selainnya.

Apabila seorang pasangan hanya mempertimbangkan faktor agama dalam menjalani hubungan pernikahan, akan ada beberapa kemungkinan tantangan yang akan dihadapi. Kemungkinan tersebut antara lain :

  • Kurangnya kecocokan dalam kepribadian. Meskipun keduanya sama-sama merupakan tipikal religius, konflik tetap bisa saja datang karena perbedaan kepribadian yang ada di antara keduanya.
  • Tidak ada ikatan emosional yang kuat. Menikah hanya karena agama, tanpa didasari dengan kecocokan komunikasi dan perasaan dapat membuat hubungan pernikahan tersebut menjadi terasa hambar.
  • Faktor ekonomi dan tanggung jawab dalam rumah tangga. Agama merupakan hal penting, tapi tidak memungkiri kemampuan pasangan untuk memenuhi kebutuhan hidup juga perlu diperhatikan.

Menyeimbangkan Agama dan Faktor Lain Dalam Pernikahan

Menikah dengan berlandaskan agama merupakan hal yang baik. Akan tetapi, akan lebih baik jika pernikahan tersebut juga melibatkan aspek-aspek lainnya. Menikah tanpa kemampuan komunikasi yang baik juga tidak akan mampu membuat hubungan pernikahan tersebut bahagia, melainkan sering terjadinya perselisihan satu sama lain. Hubungan pernikahan tanpa perencanaan finansial dan keuangan yang matang, pada akhirnya membawa pernikahan tersebut kepada kesulitan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Sebuah hubungan pernikahan tanpa adanya pembagian peran dan tanggung jawab yang seimbang, hanya akan memicu rasa ketidakadilan, yang kemudian dapat memicu konflik yang berkelanjutan kedepannya. Menikah tanpa adanya tujuan dan visi pernikahan yang sama, hanya akan membawa pernikahan tersebut tanpa arah, hingga akhirnya memicu ketidakbermaknaan dan benak pertanyaan, apa tujuan dari pernikahan ini. Tanpa adanya visi yang sama, hubungan pernikahan yang telah dibangun pada akhirnya diartikan remeh, dan dengan mudahnya memutuskan untuk bercerai dikala konflik muncul.

Bimbingan Pernikahan Berpengalaman, Reda Konseling

Mengikuti bimbingan pernikahan dapat membantu para pasangan memahami lebih mendalam tentang makna pernikahan itu sendiri. Zaman saat ini telah banyak layanan yang menyediakan bimbingan atau konsultasi pernikahan dengan layanan profesional dan berpengalaman. Salah satunya adalah dengan   yang merupakan layanan konsultasi pernikahan dan keluarga berpengalaman. Yuk Obrolin Aja Masalahmu, Karena Kebahagiaan Itu Butuh Untuk Diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!