Konseling Pranikah Jakarta

Konseling Pranikah Jakarta : Pentingnya Kelola Ekspektasi

Konseling Pranikah Jakarta

Konseling Pranikah Jakarta : Pentingnya Kelola Ekspektasi | Dalam pernikahan, wajar jika kita memiliki ekspektasi terhadap pasangan—mulai dari kebutuhan emosional, keuangan, hingga rasa aman. Tak jarang, pasangan menikah dengan harapan bisa mewujudkan ekspektasi-ekspektasi tersebut. Namun, ketika ekspektasi tidak terpenuhi, kekecewaan pun muncul dan bisa memicu konflik, bahkan perceraian.
Karena itu, penting bagi setiap pasangan untuk mengelola ekspektasi demi menciptakan hubungan yang nyaman dan harmonis. Artikel ini akan membahas tentang ekspektasi dalam pernikahan, dampak dari ekspektasi yang tidak sehat, serta cara mengelolanya secara bijak.

Pengertian Ekspektasi

Menurut buku Boundaries In Marriage, ekspektasi adalah harapan atau asumsi yang kita miliki terhadap pasangan, baik secara sadar atau tidak sadar, tentang bagaimana seharusnya pasangan kita bersikap atau berperilaku. Harapan-harapan tersebut bisa berkaitan dengan berbagai hal, seperti peran suami/istri, cara menyelesaikan konflik, quality time, keintiman fisik dan emosional, dan sebagainya. Contoh spesifiknya :

  1. Harapan bahwa pasangan akan berubah setelah menikah
  2. Harapan bahwa cinta saja cukup tanpa adanya usaha
  3. Harapan bahwa pasangan akan mengerti secara langsung apa yang kita rasakan

Berekspektasi dengan pasangan bukanlah hal yang salah. Akan tetapi, jika kita salah berekpektasi justru akan melahirkan konflik dengan pasangan. Beberapa jenis masalah atau konflik yang bisa timbul karena ekspektasi yang salah menurut Dra Titiek Rachmania :

  1. Kekecewaan Kronis. Pasangan akan merasa sangat kecewa ketika mereka memiliki harapan yang besar dan dalam, namun harapan itu tidak sesuai kenyataan—terutama jika harapan tersebut keliru sejak awal. Misalnya, suami atau istri berharap bahwa pernikahan selalu terisi dengan kebahagiaan. Ketika kenyataan tidak sesuai ekspektasi dan muncul masalah, mereka pun merasa kecewa dan mulai menganggap pernikahan adalah sebuah kesalahan.
  2. Saling Menyalahkan. Karena ekspektasi nya salah dan tidak terpenuhi, pada akhirnya baik dari pihak suami atau pun pihak istri akan saling menyalahkan satu sama lain. Perilaku saling menyalahkan itu biasanya juga disertai dengan membandingkan-bandingkan ketika masa pacaran atau masa sebelum menikah.
  3. Komunikasi Yang Buruk. Komunikasi merupakan fondasi penting dalam menjalani hubungan pernikahan. Pasangan harus berkomunikasi secara terbuka dan tidak menyembunyikan apa pun, termasuk tentang ekspektasi mereka masing-masing. Ketika mereka tidak membicarakan ekspektasi dengan jelas, komunikasi yang buruk pun muncul dan akhirnya memicu kesalahpahaman. Salah satu dari mereka bisa saja diam-diam berharap, sementara pasangannya tidak menyadari harapan tersebut.
  4. Perasaan Tidak Dicintai Atau Dihargai. Ekspektasi atau harapan yang terus menerus terpendam dan tidak ada upaya dari pasangan untuk mengkomunikasikannya, hanya akan membuat mereka tidak lagi merasa penting untuk pasangannya sendiri. Pada akhirnya muncul mispersepsi atau salah pemahaman terhadap pasangan.
  5. Munculnya Fantasi atau Pelarian Emosional. Karena rasa kecewa muncul terus menerus, hal tersebut dapat memicu pasangan untuk berfantasi tentang orang lain, tentang standar hidup yang lebih ideal, dan membuat mereka jadi menghindari pasangan.

Beberapa contoh ekspektasi yang salah, menurut Dra Titiek Rachmania dalam bukunya yang berjudul Perkawinan Bahagia : Antara Mitos dan Realita :

  • “Setelah menikah, semua masalah akan selesai.” Padahal faktanya, pernikahan itu melahirkan tantangan dan permasalahan baru yang harus dihadapi bersama-sama.
  • “Pasangan yang baik adalah pasangan yang selalu mengerti tanpa perlu penjelasan.” Padahal dalam menjalani sebuah hubungan, komunikasi terbuka merupakan akar atau fondasi utamanya. Tanpa komunikasi, mispersepsi antara keduanya akan terus terjadi.
  • “Bila kita saling mencintai, kita tidak perlu bertengkar.” Yang mana dalam pernikahan, pertengkaran sangat wajar terjadi. Yang penting adalah bagaimana cara pasangan menyelesaikan pertengkaran tersebut.

Mengelola Ekspektasi Dalam Pernikahan

Kita bisa menerapkan beberapa solusi untuk membantu mengelola ekspektasi dalam pernikahan, antara lain:

Bangun Komunikasi Yang Jujur dan Terbuka

Tips yang diberikan Dra Titiek untuk mengelola ekspektasi adalah dengan membangun komunikasi yang jujur dan terbuka dengan pasangan. Buatlah jadwal khusus dengan pasangan untuk mengobrol dari hati ke hati tanpa adanya gangguan. Sampaikan isi hati dan pikiran dengan jujur kepada pasangan. jangan ragu untuk menyampaikan seluruhnya.

Belajar Menerima Pasangan Secara Utuh

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menjadi penting untuk kita agar mampu mengelola ekspektasi yang kita miliki sesuai dengan kelebihan dan kekurangan yang pasangan kita miliki. Kekecewaan akan ekspektasi yang muncul biasanya karena tidak adanya pertimbangan utuh tentang bagaimana pasangan kita. Syukuri hal-hal positif yang pasangan kita miliki, dan jangan pernah untuk mempermalukan pasangan atas kekurangannya. Pasangan kita adalah manusia yang sama seperti kita.

Kenali dan Evaluasi Ekspektasimu

Menjadi hal penting untuk kita agar memahami dengan baik ekspektasi kita terhadap pasangan. Kita perlu sekali untuk memahami, apakah ekspektasi yang kita munculkan ini hanyalah keinginan belaka, atau idealisasi yang muncul dari pengaruh lingkungan atau orang terdekat. Hal ini perlu dilakukan agar kita dapat mengukur dan memahami, apakah ekspektasi yang kita munculkan kepada pasangan adalah ekspektasi yang realistis, tepat, atau bukan.

Bangun Batasan Yang Sehat

Batasan yang dimaksud adalah batasan emosional kita dengan pasangan kita. Walaupun kita telah berpasangan, kebahagiaan kita tetap menjadi tanggung jawab diri kita sendiri, bukan pasangan kita. Bukan berarti ketika pasangan kita tidak bisa berubah sesuai keinginan kita, kita tetap memaksanya, menuntutnya sampai membuat pasangan kita tidak nyaman. Kita tidak menuntutnya tetapi kita menyampaikan kepada pasangan, apa yang kita butuhkan dan apa yang kita rasakan terhadap pasangan.

Beri Ruang Untuk Pertumbuhan

Melanjut pada pembahasan sebelumnya, kita tidak menuntut pasangan tetapi memberikan ruang untuk pasangan untuk bertumbuh, untuk berubah. Kita tidak bisa memaksa cinta dan kedewasaan, tetapi kita dapat menciptakan kondisi dan lingkungan untuk pasangan bertumbuh, berkembang, berubah menjadi lebih baik. Salah satu tokoh inspiratif yang dapat kita jadikan inspirasi bersama adalah Pak Habibie dan Ibu Ainun, yang saling support satu sama lain dan menjadi rumah, hingga maut memisahkan.

Reda Konseling, Layanan Konseling Pernikahan Berpengalaman

Untuk mempersiapkan diri menuju hubungan pernikahan, tidak salah untuk mengikuti konseling pranikah dengan konselor berpengalaman dan profesional. Salah satunya adalah dengan Reda Konseling. Yuk Obrolin Aja Masalahmu, karena kebahagiaan itu butuh untuk diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!

Konseling Pernikahan

Konseling Pernikahan : Alasan Tidak Nyambung Dengan Pasangan

Konseling Pernikahan

Konseling Pernikahan : Alasan Tidak Nyambung Dengan Pasangan | Mengapa pasangan itu berubah sebelum menikah dan setelah menikah?

Jawabannya adalah karena manusia setiap hari berubah. Setiap harinya kita memperoleh informasi dari berbagai sumber, seperti televisi, surat kabar, media sosial, juga dari orang-orang yang baru dan lingkungan yang baru, Darisana kita juga turut menghadapi berbagai masalah yang baru secara langsung, dan secara signifikan merubah persepsi, pikiranm dan perilaku kita bersamaan. Kita berubah menjadi manusia yang baru, begitu juga dengan pasangan kita.

Kadang kita tidak sadar bahwa manusia akan terus berubah, baik itu ke arah yang lebih baik atau ke arah yang lebih buruk, Namun terlepas dari  itu semua, pada akhirnya kebanyakan orang yang berumah tangga merasa hidup dengan orang asing, karena pasangan yang dicintainya dulu sebelum menikah kemudian menjadi orang yang berbeda setelah menikah. Perubahan ini kemudian merubah dinamika hubungan dalam pernikahan, ada kalanya ini menjadi kejutan yang bernilai positif dan ada pula menjadi kejutan yang negatif.

Tidak banyak orang yang siap dengan perubahan, apalagi  yang berubah adalah pasangan hidup kita, orang yang kita cintai. Jika tidak di antisipasi maka kita bisa merasa sangat asing dengan pasangan kita sendiri, sampai muncul rasa bahwa kita tidak kenal lagi dengan pasangan dan pada akhirnya di masa munculnya konflik akan sulit untuk di mediasi karena merasa tidak lagi sefrekuensi.

Nah, agar pondasi rumah tangga kuat dari dinamika perubahan yang terjadi dengan pasangan, dibutuhkan 7 prinsip yang dikemukakan oleh Dr. John Gottman dalam bukunya yangg berjudul “THE SEVEN PRINCIPLES FOR MAKING MARRIAGE WORK“, yaitu LOVE MAP, yang menjadi prinsip pertama dalam membangun pondasi rumah tangga yang kuat. Pada artikel ini akan membahas tentang apa itu Love Map, alasan Love Map merupakan hal yang penting, dan contoh Love Map yang kuat dengan Love Map yang lemah.

Baca Juga : Bimbingan Pernikahan Jakarta : Membangun Kepercayaan Pasca Perselingkuhan

APA ITU LOVE MAP?

Love map atau peta cinta adalah istilah yang digunakan oleh Dr. John Gottman untuk menggambarkan peta mental tentang dunia  pasangan, yaitu seberapa banyak kamu tahu tahu tentang kehidupan batin, keseharian, dan dunia emosional pasanganmu.

  • Apa yang pasanganmu suka?
  • Apa yang dia takuti?
  • Siapa sahabat terdekatnya?
  • Apa yang dia bikin stress minggu ini?
  • Apa mimpinya yang belum tercapai?
  • Nilai hidup apa yang dia pegang?
  • Hal kecil apa yang bisa bikin dia senang atau kesal?

Semakin detail pertanyaan, maka semakin kita mengetahui dan mengenal pasangan kita, baik dari bagaimana mindset yang dimiliki dan emosinya. Hal ini akan memudahkan kita untuk terkoneksi atau nyambung dengan pasangan.

MENGAPA LOVE MAP PENTING?

Dunia seseorang selalu  berubah. Bisa karena stress kerja, fase hidup, atau juga karena prioritas baru. Jika kita tidak memperbaharui love map atau peta cinta pasangan kita, akan ada perasaan dimana kita merasa asing dengan pasangan. Sedangkan love map atau peta cinta sangat penting dalam suatu hubungan, dalam fase kehidupan rumah tangga untuk terud di upgrade oleh masing-masing pasangan, baik pihak suami ataupun pihak istri. Semisal ada konflik, karena love maps nya selalu update maka pasangan tidak akan mudah berpisah. Love maps yang selalu di upgrade akan membuat kedua pasangan memiiki  kelekatan secara emosional, juga merasa terhubung secara emosional.

Jika kondisi jalan raya yang menghubungkan rumah kita ke kantor terus berubah setiap hari karena perbaikan jalan, kemacetan, kecelakaan, atau perubahan rute, maka kita akan mencari dan meng-update informasi terbaru tentang rute tercepat yang bisa kita lewati agar bisa sampai di kantor tepat waktu. Pun sama dengan Love Map, kita perlu untuk tetap update love map atau peta cinta pasangan kita agar kita tahu, ada kemacetan apa dalam rute persepsi pasangan kita, perbaikan sirkuit persepsi atau cara berpikirnya yang telah berubah karena sesuatu, atau apa ada kecelakaan dalam sirkuit perasaannya sehingga memengaruhi kondisi emosional pasangan, agar kita peka terhadap sisi-sisi sensitif pasangan dan mampu menempatkan diri dengan baik. Tanpa upaya ini, mungkin pasangan merasa kecewa dengan sikap, reaksi dan ekspresi yang kita sajikan untuknya.

CONTOH LOVE MAP YANG KUAT VS LEMAH?

  • PASANGAN A (KUAT)
    Suami memberikan uang belanja yang kurang dari bulan sebelumnya, karena suami mengalami penurunan karir sehingga insentif atau gajinya pun turun. Mengetahui hal tersebut istri menerima uang belanja dari suami penuh dengan rasa syukur, kemudian memberikan dukungan kepada suami baik secara moral dan finansial, dengan membuka ide bisnis kecil-kecilan bersama ibu-ibu rumah tangga yang lain untuk menutupi kekurangan uang belanja rumah tangga. Kemudian suami pun memuji upaya yang istri lakukan, lalu usaha rumahan tersebut semakin bagus dan ini berimplikasi pekerjaan rumah tangga banyak terbengkalai. Tetapi suami mengerti dan kemudian membantu tugas-tugas rumah tangga tersebut seperti mencuci baju, menyapu dan mengepel rumah dll.
  • PASANGAN B (LEMAH)
    Ketika uang belanja yang suami berikan kurang dari bulan sebelumnya, istri marah-marah dan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan dan membandingkan dengan suami yang lain. Bahkan performa melayani suami juga turun kualitasnya seperti tidak menyiapkan makan malam, dan menolak ajakan berhubungan seksual. Tidak hanya itu, istri juga membuat status di media sosial tentang suami yang kurang nafkahnya, sampai mengikuti tren untuk membuat konten suami mokondo sebagaimana yang viral di media sosial. Hal ini tentunya membuat perasaan suami sangat sedih dan kecewa, pun harga diri nya sebagai suami juga terluka.

Baca Juga : Konseling Pranikah Online : Mengelola Konflik Dengan Pasangan

KIAT-KIAT KOMONIKASI MENGUPDATE LOVE MAP ATAU PETA CINTA PASANGAN

1. Komunikasi Asertif

Seseorang menggunakan komunikasi asertif untuk menyampaikan pendapatnya secara lugas tanpa menyinggung orang lain, baik secara verbal maupun nonverbal. Kita dapat menjadikan teknik komunikasi ini sebagai kiat yang berguna untuk mengupdate love map atau peta cinta pasangan, karena kita menyampaikan hal-hal yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Beberapa contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari bersama pasangan antara lain:

  • Menyatakan Kebutuhan,
    “Kenapa kamu lupa cuci piring?”
    Bisa diganti dengan :
    “Aku merasa kecapekan dengan pekerjaan rumah. Bisa kamu bantuin aku untuk cuci piring setelah makan?”
  • Mengungkapkan Emosi.
    “Kamu terus mengabaikan aku!”
    Dapat diganti dengan :
    “Aku merasa tidak dihargai ketika kamu tidak mendengarku hingga selesai. Aku ingin kamu tahu kalau aku membutuhkan perhatianmu.”
  • Memuji Secara Jujur
    Daripada diam, bisa diungkapkan dengan :
    “Aku bersyukur kamu bisa membuatku senang. Terima kasih.”
  • Meminta Perubahan
    “Kamu terus aja begini!”
    Dapat diubah dengan :
    “Aku merasa tidak nyaman kalau kamu berbicara dengan nada seperti itu. Bisa berbicara dengan nada yang lebih lembu

2. Ngobrol Tiap Hari

Aktivitas mengobrol yang dilakukan setiap harinya tidak harus lama. Dilakukan dengan waktu singkat juga tidak masalah, asalkan keduanya berniat untuk saling mendengarkan juga memahami. Bukan hanya sekedar mendengarkan tetapi tidak memahami.

Berikut contoh instrumen pertanyaan yang bisa dipraktikan sebagai pembuka :

  • “Hari ini apa yang paling menyenangkan buatmu?”
  • “Apa yang kamu khawatirkan minggu ini?”
  • “Apa yang sedang kamu pikirkan belakangan ini?”
  • “Apa impian yang belum kamu ceritakan ke aku?”

Konsultasi Dengan Konselor Pernikahan dan Keluarga Berpengalaman

Zaman saat ini tersedia layanan konsultasi pernikahan yang dapat membantu berbagai pasangan yang memiliki kendala, masalah, atau konflik dalam hubungan pernikahannya. Telah banyak layanan konsultasi pernikahan dan keluarga profesional dan berpengalaman di Indonesia, salah satunya adalah Reda Konseling. Yuk obrolin aja masalahmu, karena kebahagiaan itu butuh untuk diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!

Konseling Pernikahan Bogor

Konseling Pernikahan Bogor : Pasangan Dengan Gangguan Mental

Konseling Pernikahan Bogor

Konseling Pernikahan Bogor : Pasangan Dengan Gangguan Mental | Menikah adalah keputusan seumur hidup. Sebuah hubungan pernikahan bukanlah hubungan yang dapat diakhiri dengan mudahnya jika terdapat rasa ketidaknyamanan. Pernikahan merupakan hubungan yang sakral, memuat komitmen kuat untuk bersama selamanya, hingga maut memisahkan. Namun, apabila diketahui terdapat pasangan yang memiliki gangguan mental, tantangan pernikahan mungkin akan sedikit lebih kompleks. Karena gangguan mental itu sendiri berpengaruh terhadap cara seseorang dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari, seperti bagaimana cara berinteraksi dengan pasangan dan orang terdekat, cara merespon atau memberikan tanggapan, kebiasaan dalam menjalani rutinitas sehari-hari, cara memaknai atau mengelola emosi dalam menghadapi masalah dan tantangan pernikahan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan membahas tentang gangguan mental itu sendiri serta cara mengelola pernikahan dengan pasangan yang memiliki gangguan mental.

Arti dari Gangguan Mental

Menurut APA (American Psychiatric Association) mendefinisikan gangguan mental sebagai suatu sindrom yang menunjukkan gangguan klinis yang signifikan dalam kognisi, regulasi emosi, atau perilaku, yang mencerminkan disfungsi dalam proses psikologis, biologis, atau perkembangan yang mendasari fungsi mental. Artinya, gangguan mental tidak hanya membahas tentang merasa sedih atau cemas. Kondisi tersebut serius dan tidak bisa kita anggap sepele, karena dapat menganggu kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan orang lain secara sehat.

WHO (World Health Organization) mendefinisikan gangguan mental sebagai kondisi kesehatan yang menunjukkan adanya gangguan signifikan dalam pikiran, emosi, atau perilaku, yang berkaitan dengan gangguan fungsi psikologis, biologis, atau perkembangan. WHO juga menegaskan bahwa gangguan mental tidak berasal dari kelemahan pribadi, melainkan muncul akibat kombinasi berbagai faktor, seperti faktor genetik, biologis, lingkungan, dan psikososial.

Dari dua referensi tersebut, dapat kita pahami bahwa gangguan mental merupakan kondisi yang serius, nyata, dan kompleks sehingga memengaruhi fungsi kognitif, emosional, dan sosial seseorang. Pun juga dalam pernikahan, kita tidak bisa menangani pasangan yang memiliki gangguan mental secara sembarangan.. Pasangan harus menerapkan cara-cara tertentu agar hubungannya dengan pasangan tidak berangsur memburuk.

Cara Mengelola Pernikahan Dengan Pasangan Gangguan Mental

Menurut Rebecca Woolis dalam bukunya yang berjudul “When Someone You Love Has A Mental Illness”, beberapa cara dalam mengelola pernikahan dengan pasangan yang memiliki gangguan mental antara lain sebagai berikut :

  1. Menerima Kenyataan dan Meningkatkan Pemahaman.Kita perlu menerima bahwa pasangan kita memiliki gangguan mental tertentu dan secara aktif menambah wawasan tentang gangguan mental yang mereka alami. Dengan memahami hal tersebut, kita dapat menghindari definisi yang keliru terhadap perilaku pasangan dan menyadari bahwa mereka tidak melakukannya karena kemauan buruk, melainkan karena kondisi medis yang mereka alami.
  2. Menjaga Komunikasi Yang Realistis dan Terbuka. Dalam berkomunikasi, gunakan bahasa yang tenang dan jelas, tanpa adanya indikasi untuk menyudutkan pasangan, bahkan membuat mereka tertekan. Jika pasangan dalam keadaan tidak stabil, kita tidak memaksa untuk diskusi emosional demi kondisi pasangan agar tetap baik. Kita juga perlu untuk menyusun pola komunikasi yang sesuai dengan kondisi mental pasangan kita.
  3. Membuat Rencana Perawatan dan Kontingensi. Pasangan dengan gangguan mental juga perlu untuk memiliki rencana perawatan jangka panjang untuk kedepannya. Bisa dengan membuat jadwal yang terstruktur dan konsisten untuk konsultasi dan terapi pada tenaga profesional dan berpengalaman.
  4. Menjaga Hubungan Emosional dan Intim. Woolis menekankan bahwa gangguan mental bukanlah akhir dari segalanya. Kita bisa menjaga keintiman pernikahan dengan menciptakan momen positif, menghindari konflik tidak produktif, dan konsisten menunjukkan kasih sayang serta penghargaan setiap hari.
  5. Membangun Sistem Dukungan Sosial. Tidak perlu sungkan untuk membuka diri terhadap bantuan, baik dari segi emosional maupun logistik seperti bantuan mengurus anak ketika pasangan dalam keadaan tidak stabil, melibatkan orang-orang terdekat dan tenaga profesional sebagai sistem dukungan dari eksternal. Pasangan dapat bergabung dalam komunitas untuk memperluas pengetahuan tentang gangguan mental dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.

Konsultan Pernikahan Berpengalaman, Reda Konseling

Melibatkan konsultan pernikahan berpengalaman merupakan pilihan strategi yang dapat dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan hubungan pernikahan tersebut selamanya. Pada masa kini telah banyak layanan konsultasi pernikahan dan keluarga profesional dan berpengalaman, salah satunya adalah dengan Reda Konseling. Yuk obrolin aja masalahmu, karena kebahagiaan itu butuh untuk diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk persiapkan sejak dini membangun hubungan keluarga penuh harmonis dan bahagia. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!