
Konsultasi Rumah Tangga : Psikologi Dibalik ‘Suami Cuek’ | Tidak sedikit di antara kalangan istri yang turut merasakan sikap suami yang bersikap cuek. Apalagi jika suaminya merupakan karyawan kantor, yang harus bekerja dari pagi hingga malam, dan ketika sudah sampai di rumah hanya rasa lelah yang tersisa, sehingga seringkali kesempatan untuk memberikan perhatian dan kasih sayang kepada istri menjadi berkurang. Tidak jarang hal seperti ini lantas memicu perselingkuhan terjadi, karena istri merasa tidak lagi dihargai dan dicintai. Sebetulnya terdapat berbagai macam sudut pandang yang bisa kita kulik mengapa hal tersebut bisa terjadi, dan dalam artikel ini kita akan bahas dalam sudut pandang psikologi. Simak terus sampai akhir ya!
Perhatian Suami Tidak Hanya Dari Kata-kata!
Dalam dunia psikologi, konsep love language atau bahasa cinta menjadi penting untuk dipahami. Dr. Gary Chapman dalam bukunya The 5 Love Languages menjelaskan bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan cinta. Salah satu bahasa cinta yang umum pada laki-laki adalah act of service atau tindakan melayani, seperti bekerja keras untuk menafkahi keluarga, bukan melalui kata-kata manis atau sentuhan fisik. Jadi, bisa jadi suami tidak berubah, hanya saja bentuk perhatiannya berbeda. Ia menunjukkan cinta dengan cara menunaikan kewajibannya—mencari nafkah, memberikan rasa aman, dan memastikan kebutuhan istri serta anak-anaknya terpenuhi. John Grey dalam bukunya yang berjudul Men Are from Mars and Women Are from Venus juga menjelaskan bahwa baik laki-laki maupun perempuan memiliki cara berpikir, komunikasi, dan cara merasa yang sangat berbeda. Perbedaan-perbedaan ini seringkali memicu konflik antara suami dan istri, namun bukan berarti tidak bisa diselesaikan.
John Grey menjelaskan cara berkomunikasi laki-laki, antara lain :
- Fokus pada solusi daripada emosi. Pria kecenderungan ingin menyelesaikan masalah secara logis. Maka dari itu, suami seringkali cenderung memberikan solusi ketika istri menceritakan masalah yang sedang ia hadapi. Misalnya ketika istri mengeluh karena kelelahan mengurus anak dan mengerjakan pekerjaan rumah seharian, maka suami akan cenderung langsung menanggapi dengan solusi yang solutif, misalnya menyarankan untuk merekrut ART untuk menjalani pekerjaan rumah tangga, atau merekrut babysitter untuk membantu mengurus anak. Jadi tidak hanya sekedar mendengarkan dan berempati secara emosional, tetapi juga memberikan solusinya.
- Menarik diri ketika stress (Masuk ke dalam gua). Ketika tertekan, pria cenderung menyendiri (menarik diri) untuk menenangkan diri. Mereka tidak ingin berbicara sampai diri merasa tenang dan siap secara hati dan pikiran. Hal ini seringkali disalahpahami oleh istri yang menganggap bahwa suaminya cuek dan tidak peduli. Padahal suami hanya berupaya untuk menenangkan diri.
- Berbicara singkat dan langsung ke tujuan. Tidak seperti wanita, komunikasi pria cenderung singkat dan langsung mengarah ke tujuan. Pembicaraan yang disukai adalah pembicaraan yang jelas, to the point, dan tidak bertele-tele.
- Pengungkapan cinta lewat tindakan. Banyak pria cenderung mengungkapkan cintanya dengan perbuatan daripada dengan kata-kata. Misalnya menggantikan istri untuk memasak ketika istri merasa lelah, membantu membersikan rumah ketika istri sedang kewalahan mengurus anak, menjemput istri pulang kerja, dan sebagainya.
Perspektif Islam : Nafkah dan Tanggung Jawab Laki-laki
Dalam Islam, seorang suami memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarganya. Allah SWT berfirman:
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.”
(QS. An-Nisa: 34)
Ayat ini menunjukkan bahwa kepemimpinan laki-laki dalam rumah tangga bukan sekadar otoritas, tetapi tanggung jawab yang berat. Memberikan nafkah adalah wujud cinta dan kepedulian suami menurut Islam.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu berikan untuk membebaskan budak, satu dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang kamu nafkahkan untuk keluargamu – yang paling besar pahalanya adalah yang kamu nafkahkan untuk keluargamu.”
(HR. Muslim)
Dengan kata lain, perhatian suami terhadap istri tidak selalu hadir dalam bentuk komunikasi verbal atau romantisme harian, tetapi juga melalui usaha mencari nafkah yang halal dan cukup.
Memahami Dua Sisi
Di sisi lain, penting juga untuk mengakui bahwa kebutuhan emosional istri tetap valid. Kurangnya komunikasi atau afeksi bisa membuat istri merasa suami tidak mencintainya lagi. Di sinilah pentingnya komunikasi dua arah. Suami perlu memahami dan memberikan perhatian emosional karena hal itu penting, sementara istri perlu menyadari dan menerima bahwa laki-laki mengekspresikan cinta dengan cara yang tidak selalu sesuai dengan harapannya. Alih-alih menghakimi, dialog terbuka bisa menjadi jembatan. Misalnya, istri bisa mengatakan, “Aku paham Abang sibuk mencari nafkah, tapi aku juga butuh waktu untuk ngobrol atau sekadar duduk bareng.”
Perubahan sikap suami setelah menikah belum tentu menandakan berkurangnya cinta. Bisa jadi itu adalah bentuk cinta yang berbeda—melalui kerja keras, tanggung jawab, dan pengorbanan. Memahami perbedaan cara mengungkapkan cinta antara pria dan wanita adalah kunci untuk membangun rumah tangga yang harmonis. Karena cinta sejati bukan hanya tentang kata-kata, tapi tentang komitmen, tanggung jawab, dan kesabaran.
Konsultasi dengan Konselor Berpengalaman
Konsultasi dengan konselor pernikahan berpengalaman dapat membantu kita untuk memahami lebih baik cara menjalani hubungan pernikahan yang harmonis dengan pasangan serta menghadapi berbagai tantangan di dalamnya. Zaman saat ini telah banyak layanan konsultasi pernikahan profesional dan berpengalaman, salah satunya adalah Reda Konseling. Yuk Obrolin Aja Masalahmu, Karena Kebahagiaan Itu Butuh Untuk Diperjuangkan!
Jenis Layanan Konsultasi
Konsultasi Sendiri (Private)
Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.
Konsultasi Pasangan
Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.
Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!







