
Bimbingan Pernikahan Bogor : Konflik Tidaklah Selalu Negatif! | Dalam sebuah hubungan pernikahan, tidak sedikit orang menganggap konflik adalah hal yang buruk. Sebagian orang berpandangan bahwa apabila muncul konflik dengan pasangan hanya akan mengurangi keharmonisan dan kerukunan hubungan dengan pasangan. Pada faktanya, tidak sedikit kasus perceraian terjadi karena konflik diantara keduanya. Macam-macam konfliknya yakni komunikasi yang buruk, perselingkuhan, kurangnya peran dan tanggung jawab pasangan dalam rumah tangga, dan sebagainya. Karena seperti itu, banyak dari mereka yang memilih untuk menghindari adanya konflik dengan pasangan, agar tidak terjadi hal buruk dalam pernikahannya di kemudian hari. Lantas, apakah dengan tidak berkonflik menandakan hubungan pernikahan tersebut harmonis dan rukun? Dan apakah hal itu mungkin untuk pihak suami dan istri dengan segenap perbedaan, kelebihan, kekurangan yang dimiliki untuk tidak cekcok atau berkonflik sama sekali? Dalam artikel ini akan membahas pandangan tentang konflik itu sendiri, dan bagaimana cara mengelola konflik untuk produktivitas hubungan pernikahan.
Pandangan Tentang Konflik
Konflik dalam sebuah hubungan pernikahan merupakan hal yang wajar. Konflik dalam pernikahan merupakan hal yang normal terjadi dan tidak dapat terelakkan. Justru apabila tidak ada konflik dalam sebuah hubungan pernikahan dapat menjadi pertanda buruk untuk hubungan pernikahan tersebut, karena pasangan bisa jadi menekan emosinya, menghindari komunikasi, atau tidak jujur dengan perasaannya sendiri agar tidak memunculkan konflik. Pada akhirnya, pasangan dapat menilai pernikahan secara negatif dan menganggapnya hanya membawa penderitaan dan kesedihan. Padahal, mereka tidak seharusnya menyimpulkan hal tersebut dengan cara yang mudah dan tergesa-gesa.
Menurut buku Fighting For Your Marriage karya Howard J. Markman, Scott M. Stanley, dan Susan L. Blumberg, konflik bukanlah masalah itu sendiri. melainkan bagaimana pasangan menangani nya, yang mana konflik tersebut tentunya akan menentukan arah hubungan mereka kedepannya.
Konflik Tidak Perlu Dihindari, Tapi Perlu Untuk Dikelola
Kesalahan umum yang sering dilakukan pasangan adalah menghindari konflik, seperti menghindari komunikasi, memendam perasaan, atau berpura-pura tidak ada apapun yang terjadi. Menghindari konflik pada akhirnya hanya akan menumpuk masalah, yang suatu saat bisa meledak menjadi lebih besar, tinggal menunggu waktu. Oleh karena itu, kedua pasangan perlu mengelola konflik yang muncul dengan benar. Ketika pasangan mengelola konflik dengan tepat, mereka dapat menggunakannya sebagai alat untuk bertumbuh secara emosional, memperkuat keintiman, dan membangun saling percaya.
Cara Berkonflik Lebih Penting Daripada Isi Konflik
Maksudnya, bukan masalah atau konfliknya yang membuat hubungan pernikahan menjadi buruk atau hancur, melainkan cara pasangan menyelesaikan konflik itulah yang menentukan. Pasanganlah yang menentukan arah hubungan melalui cara mereka berkomunikasi, berdebat, dan mengatasi perbedaan yang muncul di antara mereka. Adanya perbedaan tidak menghalangi pihak suami maupun pihak istri untuk saling menghormati dan menghargai. Pasangan yang saling menghormati satu sama lain akan memiliki kemungkinan kuat untuk membangun hubungan pernikahan yang stabil dan harmonis.
Konflik Sebagai Jalan Kejelasan dan Kompromi
Howard dkk menjelaskan bahwa konflik yang tercipta diantara keduanya dapat menjadi sarana untuk menciptakan kejelasan diantara kedua pasangan. Tidak hanya sekedar perdebatan, tetapi konflik bisa menjadi ruang dialog emosional untuk pasangan. Suami dan istri dapat berdialog secara langsung untuk mencapai tujuan bersama, seperti membangun kesepakatan baru, membuat kompromi, menentukan prioritas dalam urusan rumah tangga, serta memahami keinginan satu sama lain secara lebih mendalam.
Cara Mengelola Konflik Agar Produktif
Howard dkk menjelaskan cara-cara yang bisa dilakukan pasangan untuk mengelola konflik dengan baik. Cara-cara tersebut antara lain :
- Tunda percakapan ketika emosi memuncak. Ketika emosi tidak terkendali, pasangan sebaiknya tidak melanjutkan percakapan karena hal itu hanya akan memperburuk situasi. Pasangan dapat menghentikan diskusi untuk sementara dan memberi waktu kepada diri masing-masing untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Namun, penting untuk memberitahu pasangan bahwa langkah ini bertujuan untuk menenangkan diri, bukan untuk menghindar.
- Hindari gaya komunikasi destruktif. Howard menjelaskan tanda-tanda gaya komunikasi yang masuk ke dalam tanda bahaya (Danger Sign) antara lain : Withdrawal (Menarik Diri/Diam), Escalation (Pertengkaran Makin Memanas), Invalidation (Meremehkan atau Merendahkan), Negative Interpretations (Mengasumsikan Niat Buruk).
- Terapkan teknik “Speaker-Listener”. Teknik ini merupakan teknik komunikasi yang dirancang untuk membantu pasangan mendengarkan dengan penuh empati. Teknisnya :
- Satu orang berbicara, satu orang mendengarkan
- Pendengar tidak boleh menyela, hanya merangkum apa yang ia pahami
- Tujuan utama adalah memastikan pasangan merasa didengar dan dipahami, bukan sekedar menang argumen.
- Fokus pada masalah, bukan karakter pasangan. Terkadang, tanpa sadar, seseorang justru menyinggung karakter pasangannya saat sedang bertengkar, bukan membahas masalah yang sebenarnya. Contohnya, ucapan yang keluar adalah “Kamu terlalu egois”, bukan “Aku kesal karena kamu tidak melibatkan aku dalam keputusan ini.”. Masing-masing pasangan perlu lebih menyadari pentingnya untuk membedakan dan melihat secara objektif terkait masalah atau konfliknya.
- Membangun Komitmen Yang Kuat. Dalam bukunya juga menjelaskan bahwa membangun komitmen dengan pasangan merupakan hal yang penting, terutama ketika konflik besar muncul. Komitmen yang kuat dapat membantu pasangan untuk tetap bertahan dan mencari solusi jangka panjang untuk hubungan mereka kedepannya.
Reda Konseling, Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Berpengalaman
Di masa kini cukup banyak penyedia layanan konsultasi pernikahan profesional dan berpengalaman, salah satunya adalah Reda Konseling. Konsultasi dengan konselor berpengalaman juga dapat menjadi cara untuk pasangan untuk memahami masalah atau konflik pernikahan yang ada serta solusi yang bisa diterapkan dalam keseharian untuk menyelesaikannya. Yuk Obrolin Aja Masalahmu, Karena Kebahagiaan Itu Butuh Untuk Diperjuangkan!
Jenis Layanan Konsultasi
Konsultasi Sendiri (Private)
Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.
Konsultasi Pasangan
Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.
Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!







