
Konseling Keluarga Online : Mengenal Pola Asuh dan Jenisnya | Setiap orang tua tentunya memiliki keinginan untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Mereka akan mengusahakan agar kebutuhan anak-anaknya terpenuhi, serta membimbing mereka agar berada dalam jalan yang benar. Untuk mewujudkan itu, setiap orang tua tentunya memiliki caranya masing-masing, juga berdasarkan pertimbangan masing-masing. Hal tersebut sederhananya merupakan pengertian dari pola asuh. Pada artikel ini akan membahas arti dari pola asuh lebih dalam beserta dengan macam-macamnya.
Tentang Pola Asuh
Menurut Thoha, pola asuh adalah sebuah cara terbaik orang tua dalam mendidik anak nya sebagai wujud rasa pertanggungjawaban terhadap anaknya. Melansir dari pernyataan Gunarsah Singgih dalam bukunya Psikologi Remaja, pola asuh orang tua merupakan sikap atau cara orang tua dalam rangka mempersiapkan anggota keluarga termuda, atau dalam hal ini anak, untuk memikul tanggung jawab yang nantinya akan di emban yakni sebagai ayah dan ibu dari anak-anak mereka nantinya. Dari pernyataan kedua ilmuwan tersebut memberikan kesimpulan bahwa pola asuh berbicara tentang bagaimana orang tua mendidik anaknya.Tentunya hasil pilihan cara atau pola asuh tersebut akan memiliki dampak untuk pertumbuhan anak ke depannya. Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk para orang tua, atau calon orang tua untuk memahami dengan baik cara atau pola asuh yang diterapkan dalam mendidik anak.
Baca Juga : Konseling Pernikahan Online
Jenis Pola Asuh
Jenis-jenis pola asuh menurut beberapa ilmuwan antara lain ;
- Pola asuh otoriter. Pola asuh ini ditandai dengan rendahnya penerimaan anak, dan pengawasan yang tinggi dari orang tua terhadap anaknya. Orang tua hendak menerapkan aturan-aturan yang ketat tanpa ada kesepakatan dengan sang anak, dan apabila sang anak melanggar anak akan mendapatkan sebuah ganjaran/hukuman. Pada pola asuh ini, orang tua jarang mengajak anak untuk berdialog secara terbuka, dan saling bertukar pikiran. Anak yang lahir dari pola asuh jenis ini adalah anak yang cenderung patuh atau penurut, egois, kurang percaya diri, dan kurang mandiri.
- Pola asuh demokratis. Pola asuh ini ditandai dengan tingginya penerimaan anak, adanya pemberian kasih sayang yang tulus kepada anak, dan adanya ruang bagi anak untuk berkembang menyesuaikan dengan minat dan bakatnya. Orang tua memberikan sedikit kebebasan untuk anaknya tumbuh secara mandiri, tidak selalu bergantung dengan orang lain, sehingga memiliki rasa tanggung jawab untuk diri sendiri. Anak yang lahir dari pola asuh jenis ini merupakan anak yang bebas namun tetap bertanggung jawab.
- Pola asuh permisif. Pada pola asuh ini orang tua tidak memberikan bimbingan yang jelas kepada anak, meskipun anak mendapatkan kesempatan untuk bebas berpikir atau berpendapat, namun dengan pengawasan yang rendah. Anak yang lahir dari pola asuh jenis ini adalah anak yang impulsif, agresif, dan mendominasi.
- Pola asuh penyabar atau pemanja. Pada pola asuh ini orang tua memusatkan kepentingan utama ada pada anak, namun tidak mengendalikan perbuatan anak sesuai dengan kebutuhan perkembangan kepribadian anak. Anak yang lahir dari pola asuh jenis ini adalah anak yang manja, kurang percaya diri, mementingkan diri sendiri, atau impulsif.
- Pola asuh penelantar. Pola asuh ini ditandai dengan orang tua yang menelantarkan anak secara psikis, juga kurang memerhatikan fisik anak. Orang tua memberiarkan anak berkembang seorang diri tanpa adanya pengarahan atau bimbingan. Anak yang lahir dari pola asuh jenis ini adalah anak yang impulsif, kurang fokus menyelesaikan sebuah kegiatan, serta anak yang berpotensi tinggi terlibat kenakalan remaja.
Konsultasikan Dengan Konselor Ahli
Tidak selalu sebuah pola asuh mengandung hasil yang buruk untuk tumbuh kembang anak ke depannya, Namun bukan berarti sebuah pola asuh juga dapat menjadi pola asuh yang terbaik. Kita dapat memanfaatkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pola asuh untuk mendidik anak secara tepat. Tidak ada salahnya juga untuk para orang tua yang mengalami kesulitan untuk berkonsultasi dengan konselor ahli. Salah satunya dengan Reda Konseling yang merupakan Konsultan Pernikahan dan Keluarga Berpengalaman dan Profesional. Yuk Obrolin AJa Masalahmu, Karena Kebahagiaan Itu Butuh Untuk DIperjuangkan!
Jenis Layanan Konsultasi
Konsultasi Sendiri (Private)
Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.
Konsultasi Pasangan
Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.
Yuk tuntaskan masalah rumah tanggamu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!



