Langkah Awal Memperbaiki Hubungan Pernikahan Renggang

5 Langkah Awal Perbaiki Hubungan Pernikahan Yang Merenggang

Langkah Awal Memperbaiki Hubungan Pernikahan Renggang

5 Langkah Awal Perbaiki Hubungan Pernikahan Yang Renggang | Pernah merasa berada di tempat yang sama dengan pasangan, tetapi rasanya jauh? Pernah ketika pulang ke rumah, tetapi tidak merasa benar-benar pulang? Atau, ketika mencoba mengobrol dengan pasangan, rasanya kurang nyambung dan kemudian berubah menjadi pertengkaran besar? Kamu gak sendirian! Banyak sekali pasangan di luar sana yang juga merasakan hal yang sama. Banyak pasangan yang juga berada pada fase tersebut, dan berita baik nya adalah hubungan mu masih bisa diselamatkan. Jangan berpikir dan membuat keputusan untuk langsung berpisah, karena perpisahan bukanlah satu-satunya solusi. Kadang-kadang, kita bisa melakukan beberapa langkah kecil untuk memperbaiki hubungan pernikahan kita agar kembali membaik. Pada artikel kali ini kita akan membahas 5 langkah awal yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki hubungan pernikahan yang renggang agar kembali baik. Simak sampai tuntas ya!

1. Sadari Pola Emosimu (Bukan Hanya Pasanganmu)

Seringkali kita cenderung cepat menujuk atau menyudutkan pasangan sembari berucap : “Kamu berubah!” atau “Kamu tidak seperti dulu!“. Tapi pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri, apa yang kurasakan dan mengapa aku bereaksi begitu?

Perlahan kita bisa mencatat hal-hal apa saja yang memicu emosi kita saat ini, mengapa hal tersebut dapat memicu emosi kita, serta hal-hal yang kita butuhkan tetapi belum bisa terungkapkan. Dengan begitu, kita akan mampu menyadari pola emosi kita seperti apa, yang mana ini menjadi fondasi dasar untuk tidak sekedar bereaksi secara impulsif, tetapi mampu memberikan respon secara bijak.

2. Dengarkan Tanpa Berniat Membalas

Penyebab lain yang membuat pasangan menjadi bertengkar dan konflik adalah mereka yang mendengarkan untuk menyanggah, bukan mendengar untuk memahami. Hal tersebut terjadi karena sudah dikuasai emosi yang menggebu-gebu. Meski begitu, mendengarkan pasangan lebih dulu untuk berbicara adalah langkah penting. Berikan ruang kepada pasangan untuk berbicara secara jujur tanpa intrupsi. Kendalikan diri untuk memberi sanggahan. Dengarkan dengan hati yang lapang, bukan telinga yang waspada.

3. Kurangi “Asumsi Diam” dan Perjelas Harapan

Sadarilah bahwa pasangan tidak selalu bisa memahami apa yang kita pikirkan dan rasakan. Mereka bukanlah cenayang atau pembaca pikiran. Mereka juga adalah manusia biasa seperti kita. Maka dari itu, ungkapkan lah harapan yang kita inginkan kepada pasangan dengan cara yang halus dan lembut. Misalnya : “Aku butuh ngobrol bareng sama kamu pas pulang kerja. Bukan untuk dinasehati, tapi temenin aja.”. Hal-hal kecil seperti ini akan mampu menghindari ekspektasi yang tidak tersampaikan yang akhirnya menjadi kekecewaan yang berulang.

4. Lakukan 1 Hal Sederhana Setiap Harinya (Yang Menunjukkan Kamu Peduli)

Tidak perlu mewah. Hal-hal sederhana sangat bisa memberikan kesan yang mendalam kepada pasangan, jika kita melakukannya dengan niat tulus untuk pasangan. Misalnya, membuatkan teh atau kopi tanpa diminta, memeluk pasangan setiap pagi selama 10 detik sebelum pergi, atau memuji penampilan pasangan. Membangun koneksi emosional yang mendalam dengan pasangan dilakukan dari konsistensi kecil, bukan dari momen besar yang langka.

5. Ketahui Kapan Harus Berbicara Dengan Profesional

Jika kamu sudah mencoba tetapi masih merasa bingung dan hubungan dengan pasangan juga tidak kunjung membaik, bukan berarti usaha atau upaya yang kamu lakukan tidak berhasil. Tandanya justru kamu sangat peduli, dan butuh dukungan yang aman. Melibatkan konselor pernikahan berpengalaman dapat menjadi ruang netral untuk membantumu menemukan pola, memahami luka lama, dan kamu dan pasangan bersama-sama untuk menyembuhkannya. Zaman saat ini telah banyak layanan yang menyediakan jasa konsultasi pernikahan profesional dan berpengalaman, salah satunya adalah Reda Konseling. Yuk Obrolin Aja Masalahmu, Karena Kebahagiaan Itu Butuh Untuk Diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!

 

Konsultasi Pernikahan Indonesia

Konsultasi Pernikahan Indonesia : Mengelola Harga Diri

Konsultasi Pernikahan Indonesia

Konsultasi Pernikahan Indonesia : Mengelola Harga Diri | Harga diri merupakan salah satu variabel penting yang mampu memengaruhi kemajuan atau kemunduran sebuah pernikahan. Jika tidak mengelola harga diri dengan baik, pasangan bisa mengalami kemunduran dalam hubungan pernikahan. Artikel ini membahas pentingnya menjaga harga diri dalam pernikahan, yang akan menjadi fondasi kuat dalam sebuah hubungan pernikahan.

Pentingnya Mengelola Harga Diri

Dalam buku Love & Low Self-Esteem : How to Help and Support a Partner Struggling with Self-Esteem in a Relationship, harga diri memiliki pengaruh yang kuat terhadap kelanggengan sebuah hubungan pernikahan. Hal-hal yang berpengaruh dalam aktivitas pernikahan sebuah pasangan antara lain :

Menentukan Seseorang Mencintai dan Dicintai

Bagaimana seseorang mengelola harga dirinya akan berpengaruh dengan bagaimana ia mencintai pasangannya. Seseorang dengan harga diri yang rendah seringkali meragukan pasangannya, selalu mencoba mencari validasi dari pasangannya, atau seringkali merasa takut dikhianati atau ditinggal oleh pasangannya, meskipun ketakutan tersebut tidaklah nyata atau benar terjadi. Orang tersebut pada akhirnya mudah merasa cemburu, defensif, memiliki ketergantungan emosional yang tinggi dengan pasangan yang akan menjadi sangat melelahkan untuk kedepannya.

Menghambat Komunikasi Yang Sehat

Seseorang dengan harga diri yang rencah cenderung sulit untuk menyampaikan kebutuhan atau ketidaknyamanan yang terasa, karena takut akan memicu konflik. Mereka cenderung menyimpan dan memendam rasanya sendiri, yang lama kemudian meledak dalam bentuk kemarahan pasif atau frustasi. Seseorang dengan harga diri yang rendah seringkali juga menilai bahwa kritik merupakan serangan terhadap nilai diri mereka.

Mempengaruhi Keintiman dan Kedekatan

Seseorang dengan harga diri yang rendah akan merasa tidak pantas mendapatkan cinta atau kasih sayang. Karena merasa begitu justru mereka hendak menjaga diri secara emosional dari pasangan karena takut disakiti, cenderung menolak pujian atau kasih sayang, bahkan dalam beberapa kasus mereka menggunakan seks untuk mencari validasi, bukan sebagai ekspresi cinta.

Harga Diri Membentuk Dinamika Kekuatan dalam Hubungan

Seseorang dengan harga diri yang rendah bisa menjadi terlalu penakut, sehingga selalu menuruti pasangannya, karena ia takut pasangannya akan meninggalkannya. Atau bisa juga sebaliknya, ia akan sangat mengontrol pasangannya untuk menutupi rasa tidak aman yang ia rasakan. Tentunya kedua-keduanya akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam hubungan, sehingga memicu ketegangan jangka panjang.

Membangun Harga Diri = Membangun Fondasi Pernikahan

Penulis menjelaskan bahwa kunci dalam hubungan pernikahan kuat dengan pasangan adalah pengelolaan harga diri yang baik. Pengelolaan harga diri yang baik akan mampu meminimalisir konflik-konflik pernikahan yang seringkali terjadi, yaitu komunikasi. Pengelolaan harga diri yang baik tidak akan membuat komunikasi antara satu dengan yang lainnya menjadi terhambat. Pasangan bisa menyampaikan semua pikiran dan perasaannya tanpa hambatan. Saat mereka mengelola harga diri dengan baik, kualitas hubungan pun tumbuh. Keduanya jadi lebih mengenal diri sendiri dan pasangannya karena membangun komunikasi yang terbuka tanpa menyembunyikan apa pun. Mereka juga mampu mengelola rasa sungkan atau perasaan inferior dengan lebih sehat. Pengelolaan harga diri yang benar juga mampu menumbuhkan rasa saling menghargai satu sama lain tanpa saling bergantung, atau rasa aman tanpa harus membuktikan cinta setiap saat.

Konsultasi Pernikahan Indonesia, Reda Konseling

Di Indonesia telah banyak layanan konsultasi pernikahan dengan konselor profesional dan berpengalaman. Salah satunya adalah Reda Konseling yang merupakan layanan konsultasi pernikahan dan keluarga berpengalaman. Yuk obrolin aja masalahmu, karena kebahagiaan itu butuh untuk diperjuangkan!

Jenis Layanan Konsultasi

Konsultasi Sendiri (Private)

Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.

Konsultasi Pasangan

Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.

Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!