
Konsultasi Pernikahan Jakarta : Kesepian Dalam Pernikahan | Sebagian orang mengira bahwa seseorang tidak akan merasakan kesepian ketika mereka hidup bersama. Namun pada faktanya, meski seseorang sudah menikah, masih ada dari mereka yang merasa kesepian. Walaupun mereka berbagi rumah, rutinitas, bahkan tanggung jawab, tetapi mereka merasa kehilangan koneksi emosional yang seharusnya terhubung dengan pasangan. Seringkali perasaan ini hadir perlahan, walaupun sebelumnya tidak ada pertikaian besar. Artikel kali ini akan membahas secara detil tentang penyebab pasangan bisa merasa kesepian dalam pernikahan mereka, dan beberapa tips untuk mengatasinya.
Kesepian Bukan Hanya Sekedar Fisik
Psikolog bernama Dr Sue Johnson, penggagas Emotionally Focused Therapy (EFT) menjelaskan bahwa kebutuhan terdalam manusia dalam hubungan adalah rasa aman secara emosional. Dalam arti, mereka merasa ada yang mendengarkan, melihat, atau merespon. Apabila pasangan tidak memenuhi rasa aman tersebut, kesepian bisa muncul walaupun keduanya hadir secara fisik. Bukan karena tidak ada keberadaan pasangan, tetapi putusnya koneksi emosional antar individu.
Komunikasi yang terlihat baik, tetapi tidak menghubungkan satu sama lain
Dr John Gottman berpendapat bahwa menghindari konflik bukanlah cara yang tepat jika ingin menciptakan hubungan yang sehat bersama pasangan. Komunikasi yang penuh defensif, menghindar, atau meremehkan secara halus akan dapat mengikis koneksi emosional bersama. Akibatnya, pasangan tidak lagi ingi untuk berbagi perasaan emosional secara mendalam dan memutuskan untuk menyimpannya sendiri. Disinilah kesepian mulai berakar
Tidak Merasa Diprioritaskan
Seseorang yang tidak memprioritaskan pasangannya juga akan memicu rasa sepi itu muncul. Mereka tidak lagi menganggap kehadiran pasangannya merupakan hal yang penting. Ini bukan karena mereka tidak peduli, tetapi karena perhatian emosional yang kalah karena pekerjaan, anak, atau tanggung jawab lainnya. Gary Chapman yang merupakan pencetus konsep Love Languages mengatakan bahwa cinta perlu untuk disampaikan kepada pasangan dengan cara yang bisa mereka rasakan. Karena jika tidak, cinta yang ada akan terasa kosong.
Konflik Lama Yang Tidak Pernah Disembuhkan
Praktisi pernikahan seringkali menekankan bahwa konflik yang tidak benar-benar selesai dan tuntas akan meninggalkan luka emosional. Luka emosional ini akan membuat seseorang jaga jarak sebagai bentuk perlindungan diri. Alih-alih jujur dengan perasaan atau rasa sakit yang mereka rasakan, mereka memilih diam. Diam yang terlalu lama berubah menjadi jarak, dan jarak yang ada memunculkan rasa sepi tersebut secara signifikan.
Kehilangan Diri Sendiri Dalam Pernikahan
Sebagian orang bisa merasakan kesepian bisa jadi karena mereka merasa kehilangan dirinya sendiri. Seperti terlalu sering mengalah, menyesuaikan diri, dan juga menekan kebutuhan pribadi demi menjaga keharmonisan, yang pada akhirnya menimbulkan kehampaan batin.
Cara Mengatasi Rasa Kesepian Dalam Pernikahan
Beberapa langkah-langkah kecil yang konsisten bisa pasangan lakukan antara lain sebagai berikut,
- Mulai mengakui perasaan diri sendiri. Jujur dengan diri sendiri bukanlah hal yang buruk. Mengakui perasaan diri sendiri bukan berarti menandakan kegagalan, tetapi merupakan kebijaksanaan. Para pakar juga mengatakan bahwa emosi yang diakui akan lebih mudah diolah daripada emosi yang ditekan.
- Bangun komunikasi emosional yang aman. Daripada menyalahkan pasangan, coba sampaikan dan utarakan sejujurnya. Contohnya, “Aku merasa sendirian akhir-akhir ini, dan aku kangen bisa ngobrol sama kamu dengan waktu yang lama.”. Dengan komunikasi yang seperti ini akan membantu pasangan untuk merespon, bukan bereaksi.
- Ciptakan waktu yang berkualitas. Jadwalkan waktu berkualitas dengan pasangan tanpa dibarengi dengan kegiatan lainnya, seperti membahas pekerjaan, tanggung jawab rumah tangga, dan sebagainya. Koneksi tidak bisa untuk terbentuk secara spontan, tetapi perlu untuk diusahakan dan diupayakan.
- Pelajari bahasa cinta satu sama lain. Dengan kita memahami bagaimana cara pasangan merasa dicintai, hal tersebut akan meminimalisir kesalahpahaman emosional yang sering terjadi. Setiap individu memiliki berbagai bahasa cinta yang berbeda-beda. Ada yang dengan lewat kata-kata, waktu, bantuan, atau dengan sentuhan.
- Rawat koneksi emosional dan intimasi. Intimasi bukan hanya fisik, bisa juga dengan sentuhan ringan, perhatian kecil, atau mendengarkan tanpa menghakimi. Terapis keluarga juga menyebutkan bahwa hal-hal kecil seperti ini jika dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak yang positif daripada gestur besar yang jarang terjadi.
Konsultasi dengan Konselor Pernikahan Berpengalaman, Reda Konseling
Zaman saat ini tersedia layanan konsultasi pernikahan yang dapat membantu berbagai pasangan yang memiliki kendala, masalah, atau konflik dalam hubungan pernikahannya. Telah banyak layanan konsultasi pernikahan dan keluarga profesional dan berpengalaman di Indonesia, salah satunya adalah Reda Konseling. Yuk obrolin aja masalahmu, karena kebahagiaan itu butuh untuk diperjuangkan!
Jenis Layanan Konsultasi
Konsultasi Sendiri (Private)
Konsultasi private adalah proses di mana seseorang melakukan konsultasi sendiri tanpa pasangan. Sebelum melakukan konsultasi bersama pasangan, konsultasi sendiri dapat menjadi ruang yang aman sehingga mampu memahami perasaan dan pikiran diri sendiri. Ini memungkinkan individu mendapatkan perspektif baru dan mempersiapkan diri untuk dialog yang lebih produktif.
Konsultasi Pasangan
Konsultasi pasangan adalah proses di mana pasangan melakukan konsultasi bersama. Dengan konsultasi pasangan, suami istri dapat belajar untuk menghargai perbedaan satu sama lain dan menemukan cara untuk berkompromi. Hal ini akan membantu mereka membangun hubungan yang lebih bahagia dan harmonis.
Yuk tuntaskan masalah hubunganmu sekarang juga, agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Hubungi kami untuk reservasi jadwal konsultasimu ya!





