<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bimbingankonselingpernikahan Arsip - Reda Konseling</title>
	<atom:link href="https://redakonseling.com/tag/bimbingankonselingpernikahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://redakonseling.com/tag/bimbingankonselingpernikahan/</link>
	<description>Obrolin Aja, Karena Kebahagiaan Itu Butuh Diperjuangkan!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jan 2026 12:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.4</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/redakonseling.com/wp-content/uploads/2024/09/android-chrome-512x512-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bimbingankonselingpernikahan Arsip - Reda Konseling</title>
	<link>https://redakonseling.com/tag/bimbingankonselingpernikahan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">237368518</site>	<item>
		<title>Bimbingan Pernikahan : Cinta Dewasa</title>
		<link>https://redakonseling.com/bimbingan-pernikahan-cinta-dewasa/</link>
					<comments>https://redakonseling.com/bimbingan-pernikahan-cinta-dewasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redakonseling]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 13:08:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsultasi pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[bimbingankonselingpernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[bimbinganpernikahanindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bimbinganpernikahanonline]]></category>
		<category><![CDATA[konselingpernikahanindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[konselorpernikahanindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[konsultanpernikahanindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasipernikahanindonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redakonseling.com/?p=2259</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bimbingan Pernikahan : Cinta Dewasa &#124; Dalam hubungan pernikahan, pasangan seringkali salah dalam memaknai cinta. Misalnya ketika istri mendapati suaminya yang menekuni hobi nya untuk berolahraga, istrinya dengan cepat menilai bahwa suaminya tidak lagi mencintainya. Terkadang juga pasangan masih salah memaknai perbedaan antara simpati dan empati, sehingga tidak bisa mencintai secara sehat dan dewasa. Makna [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://redakonseling.com/bimbingan-pernikahan-cinta-dewasa/">Bimbingan Pernikahan : Cinta Dewasa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://redakonseling.com">Reda Konseling</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-2269 size-medium" src="https://i0.wp.com/redakonseling.com/wp-content/uploads/2025/08/pexels-pixabay-265856.jpg?resize=300%2C300&#038;ssl=1" alt="Bimbingan Pernikahan" width="300" height="300" srcset="https://i0.wp.com/redakonseling.com/wp-content/uploads/2025/08/pexels-pixabay-265856-scaled.jpg?resize=300%2C300&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/redakonseling.com/wp-content/uploads/2025/08/pexels-pixabay-265856-scaled.jpg?resize=1024%2C1024&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/redakonseling.com/wp-content/uploads/2025/08/pexels-pixabay-265856-scaled.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https://i0.wp.com/redakonseling.com/wp-content/uploads/2025/08/pexels-pixabay-265856-scaled.jpg?resize=768%2C768&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/redakonseling.com/wp-content/uploads/2025/08/pexels-pixabay-265856-scaled.jpg?zoom=2&amp;resize=300%2C300&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/redakonseling.com/wp-content/uploads/2025/08/pexels-pixabay-265856-scaled.jpg?zoom=3&amp;resize=300%2C300&amp;ssl=1 900w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p><strong>Bimbingan Pernikahan : Cinta Dewasa | </strong>Dalam hubungan pernikahan, pasangan seringkali salah dalam memaknai cinta. Misalnya ketika istri mendapati suaminya yang menekuni hobi nya untuk berolahraga, istrinya dengan cepat menilai bahwa suaminya tidak lagi mencintainya. Terkadang juga pasangan masih salah memaknai perbedaan antara simpati dan empati, sehingga tidak bisa mencintai secara sehat dan dewasa. Makna cinta tidak sesederhana itu. Cinta memiliki pengertian yang lebih luas dan mendalam, dan bukan hanya berhubungan dengan perasaan romansa dengan lawan jenis. Artikel kali ini akan membahas tentang seputar cinta dan mencintai pasangan secara dewasa. Simak sampai habis ya!</p>
<h2>Cinta Menurut Eric Fromm</h2>
<p>Eric Fromm dalam bukunya yang berjudul <em>The Art of Loving</em>  memandang cinta bukan sekedar perasaan spontan atau emosi belaka, melainkan sesuatu yang harus dipelajari dan dilatih. Sama seperti seni lainnya, seperti bermain musik, melukis, dan sebagainya. Cinta bukan hanya terjadi begitu saja, melainkan membutuhkan disiplin, konsentrasi, kesabaran, dan dedikasi agar terus menerus berkembang dan hubungan menjadi terawat.</p>
<p>Terdapat empat elemen dasar dalam mencintai, antara lain :</p>
<ul>
<li>Perhatian (Care). Cinta sejati berarti peduli secara aktif terhadap kehidupan dan perkembangan orang yang dicintai</li>
<li>Tanggung jawab (Responsibility). Cinta berarti memiliki rasa tanggung jawab terhadap kebutuhan orang lain.</li>
<li>Respek (Respect). Menghargai orang lain apa adanya dan tidak ingin mengubahnya sesuai keinginan kita,</li>
<li>Pengetahuan (Knowledge). Mengenal orang yang dicintai secara mendalam, bukan hanya sekedar permukaannya saja. tetapi sampai memahami perasaan, keinginan, dan ketakutannya.</li>
</ul>
<h2>Cinta yang Dewasa</h2>
<p>Fromm mengklasifikan cinta dengan beberapa macam jenis, antara lain :</p>
<ul>
<li>Cinta persaudaraan (Brotherly Love), Bentuk cinta yang paling mendasar &#8211; rasa kasih terhadap sesama manusia.</li>
<li>Cinta ibu (Motherly Love), Cinta yang bersifat tanpa syarat dan memberi, biasanya dari ibu ke anak.</li>
<li>Cinta erotik (Erotic Love), Cinta romantis antara dua individu, yang melibatkan hasrat dan keintiman, tapi perlu dengan elemen-elemen cinta lainnya agar tidak dangkal.</li>
<li>Cinta terhadap diri sendiri (Self-Love), yakni bentuk cinta terhadap diri sendiri dengan cara yang sehat, sebagai dasar untuk mencintai orang lain. Bukan berarti egois ya.</li>
<li>Cinta terhadap Tuhan (Love God), Cinta spiritual dan transendental, tergantung pada orientasi religius atau filosofis seseorang.</li>
</ul>
<p>Menurut Fromm, seseorang bisa mencintai secara dewasa apabila orang tersebut mampu mengintegrasikan seluruhnya. Misalnya, suami/istri cinta dengan pasangan nya tapi ia juga menghargai nya dan menghormatinya sebagai seorang suami/istri. Selain bisa menghargai dan menghormatinya, ia juga bisa memberikan sesuatu kepada pasangannya tanpa merasa keberatan. Ia bisa memberikan waktu, energi, tenaganya, tanpa merasa berat, selayaknya seorang ibu yang menyayangi anaknya dengan tulus dan rela mengorbankan tenaga, waktu, dan pikiran nya untuk anaknya. Ia juga memiliki keintiman yang kuat terhadap pasangannya, namun juga tidak lupa untuk menghargai diri sendiri, sehingga bisa mencintai pasangannya secara sehat. Meski mencintai pasangannya, ia juga tidak lupa untuk menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p>Cinta yang dewasa bukan sekedar perasaan romantis atau gairah sesaat, tetapi merupakan perpaduan antara kasih sayang, tanggung jawab, komitmen, rasa hormat, dan kestabilan emosional. Itu tumbuh melalui kesadaran, pilihan, dan usaha aktif untuk membentuk hubungan yang sehat.</p>
<h2>Bagaimana Dengan Cinta Bersyarat?</h2>
<p>Beberapa orang menganggap memberikan syarat kepada pasangan merupakan cara untuk menjamin pasangan agar tetap mencintainya. Contohnya, suami mengatakan kepada istrinya bahwa ia akan mencintai istrinya apabila istri menuruti perkataan suami. Masih banyak individu memberlakukan cara ini kepada pasangannya, dan hal tersebut bukanlah bentuk cinta yang dewasa. Ini bisa terjadi karena beberapa faktor, misalnya faktor trauma masa lalu, kekhawatiran kepada pasangan yang tidak lagi cinta atau akan meninggalkannya, faktor ego yang terlalu tinggi , budaya/tekanan sosial, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Cinta yang bersyarat bukanlah cinta yang dewasa. Menurut Eric Fromm, cinta bersyarat merupakan cinta yang egois, karena pasangan harus memenuhi syarat tertentu untuk mendapatkan balasan cinta. Bagi Eric Fromm, cinta dewasa itu adalah menerima pasangan secara utuh, bukan menerima pasangan dengan syarat. Jika seseorang harus memenuhi syarat tertentu untuk mendapatkan cinta dari pasangannya, maka itu lebih seperti hubungan transaksi daripada hubungan romansa. John Gottman, pakar pernikahan, menemukan melalui risetnya bahwa pasangan yang menuntut cinta dengan syarat kaku lebih rentan mengalami konflik dan perceraian. Cinta semacam ini bukan tentang membangun hubungan, melainkan tentang &#8220;mengendalikan pasangan&#8221;.</p>
<h2>Lalu, Bagaimana Cara Mencintai Dengan Dewasa?</h2>
<p>Maka dari itu, terdapat cara lain agar kita bisa mencintai pasangan secara dewasa. Salah satu caranya adalah dengan membuat kesepakatan bersama. Baik pihak suami dan istri sama-sama bersepakat terhadap keputusan tertentu, atas dasar kesadaran satu sama lain. Bukan karena tuntutan, atau keterpaksaan agar pasangan membalas cintanya. Landasannya adalah :</p>
<ul>
<li>Eric Fromm menekankan cinta dewasa adalah tanggung jawab aktif untuk kesejahteraan pasangan. Artinya, dalam mencintai secara dewasa ada kepedulian dan tanggung jawab. Membuat kesepakatan merupakan bagian dari tanggung jawab, supaya tidak ada salah satu pihak yang tersakiti.</li>
<li>Robert Sternberg turut menjelaskan bahwa komitmen (commitment) membutuhkan aturan bersama dan pasangan juga melakukannya bersama-sama. Membuat kesepakatan itu sendiri merupakan jalan untuk membentuk komitmen itu sendiri. Misalnya, terdapat kesepakatan dalam pembagian tugas rumah tangga. Suami bagian memasak dan mencuci piring, istri bagian membersihkan rumah dan menjaga anak. Suami dan istri yang sama-sama melakukan kesepakatan pembagian tugas rumah tangga tersebut pada akhirnya mampu memperkuat komitmen satu sama lain dalam menjalani rumah tangga bersama-sama, Tanpa kesepakatan bersama-sama, komitmen bisa menjadi kabur dan mudah dilanggar.</li>
<li>Menurut John Bowbly, dalam konsep Attachment, terdapat penjelasan tentang <em>secure attachment</em>, yang artinya pasangan merasa nyaman karena adanya batasan sehat. Kesepakatan membentuk rasa aman satu sama lain, karena masing-masingnya mengetahui apa yang bisa mereka harapkan, dan apa yang bisa mereka toleransikan kepada pasangannya.</li>
</ul>
<p>Cinta yang dewasa memiliki manfaat yang baik apabila diterapkan dalam sebuah hubungan, terlebih hubungan pernikahan. Cinta yang dewasa dapat membuat pasangan baik pihak suami maupun istri tumbuh bersama-sama secara sehat, belajar bersama secara dewasa menjalani rumah tangga yang dibangun, menuju rumah tangga yang penuh rahmat dan kebajikan.</p>
<p>Mau mengetahui berbagai tips menjalani hubungan pernikahan? Simak artikel  <a href="https://redakonseling.com/">kami</a> selainnya di blog kami ya! Jangan takut juga ya untuk tuntaskan masalah pernikahanmu segera, karena kebahagiaan itu butuh untuk diperjuangkan! Hubungi <a href="https://wa.me/6285810375575">kami</a>  untuk booking jadwal konsultasimu ya!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://redakonseling.com/bimbingan-pernikahan-cinta-dewasa/">Bimbingan Pernikahan : Cinta Dewasa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://redakonseling.com">Reda Konseling</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://redakonseling.com/bimbingan-pernikahan-cinta-dewasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2259</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Konseling Pernikahan Online, Verbal Abusive Dalam Rumah Tangga</title>
		<link>https://redakonseling.com/konseling-pernikahan-online-verbal-abusive-dalam-rumah-tangga/</link>
					<comments>https://redakonseling.com/konseling-pernikahan-online-verbal-abusive-dalam-rumah-tangga/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redakonseling]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2024 13:54:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsultasi pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[bimbingankonselingpernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[bimbinganpernikahanmurah]]></category>
		<category><![CDATA[bimbinganpernikahanonline]]></category>
		<category><![CDATA[bimbinganpranikahonline]]></category>
		<category><![CDATA[birokonsultasipernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[jasakonsultasipernikahanonline]]></category>
		<category><![CDATA[konselingpernikahanonline]]></category>
		<category><![CDATA[konselingpranikahonline]]></category>
		<category><![CDATA[konselorpernikahanonline]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasipernikahanmurah]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasipernikahanonline]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasipernikahanonlineislami]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasipernikahanonlinemurah]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasipernikahanprofeso]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasipranikahonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redakonseling.com/?p=1552</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konseling Pernikahan Online, Verbal Abusive Dalam Rumah Tangga &#124; Kekerasan verbal dalam rumah tangga adalah salah satu bentuk kekerasan yang sering kali sulit diidentifikasi namun memberikan dampak yang mendalam pada para korban. Kekerasan verbal dalam rumah tangga tidak selalu meninggalkan bekas luka fisik, tetapi dapat meninggalkan luka emosional dan psikologis yang berkepanjangan. Dalam artikel ini, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://redakonseling.com/konseling-pernikahan-online-verbal-abusive-dalam-rumah-tangga/">Konseling Pernikahan Online, Verbal Abusive Dalam Rumah Tangga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://redakonseling.com">Reda Konseling</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="1552" class="elementor elementor-1552">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-5d8de505 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="5d8de505" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="aux-parallax-section elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-1421a8ab" data-id="1421a8ab" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-504168a elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="504168a" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p><img decoding="async" data-recalc-dims="1" class="size-medium wp-image-1554 aligncenter" src="https://i0.wp.com/redakonseling.com/wp-content/uploads/2024/11/pexels-miss-mija-446128639-15756058.jpg?resize=300%2C300&#038;ssl=1" alt="Konsultasi Pernikahan Online, Verbal Abbusive" width="300" height="300" /></p><p><strong>Konseling Pernikahan Online, Verbal Abusive Dalam Rumah Tangga | </strong>Kekerasan verbal dalam rumah tangga adalah salah satu bentuk kekerasan yang sering kali sulit diidentifikasi namun memberikan dampak yang mendalam pada para korban. Kekerasan verbal dalam rumah tangga tidak selalu meninggalkan bekas luka fisik, tetapi dapat meninggalkan luka emosional dan psikologis yang berkepanjangan. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang kekerasan verbal dalam rumah tangga, bagaimana cara mengenalinya, apa saja dampaknya, penyebab utama dari perilaku ini, dan langkah-langkah untuk mengatasinya.</p><h3>1. Apa Itu Kekerasan Verbal dalam Rumah Tangga?</h3><p>Kekerasan verbal dalam rumah tangga merujuk pada bentuk kekerasan di mana pelaku menggunakan kata-kata atau tindakan non-fisik untuk menimbulkan rasa sakit, merendahkan, atau menekan korban. Tindakan ini bisa berupa penghinaan, ejekan, ancaman, perundungan, atau manipulasi. Meski tanpa kekerasan fisik, dampak emosional dari kekerasan verbal sering kali lebih merusak dan dapat berlangsung lama.</p><h3>2. Tanda-tanda Kekerasan Verbal dalam Rumah Tangga</h3><p>Mengenali tanda-tanda kekerasan verbal dalam hubungan sangat penting agar korban dapat mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri. Beberapa tanda umum kekerasan verbal dalam rumah tangga meliputi:</p><ul><li> Penghinaan atau ejekan yang merendahkan harga diri.</li><li>Meremehkan atau mengabaikan pendapat atau perasaan pasangan.</li><li>Menggunakan kata-kata kasar atau berteriak.</li><li>Mengancam akan melakukan kekerasan atau meninggalkan pasangan.</li><li>Manipulasi emosional, seperti membuat pasangan merasa bersalah atau takut.</li></ul><h3>3. Dampak Kekerasan Verbal dalam Rumah Tangga</h3><p>Dampak kekerasan verbal dalam rumah tangga bisa sangat merusak bagi kesehatan mental korban. Beberapa dampak jangka panjang yang sering kali korban rasakan antara lain:</p><ul><li>Stres dan kecemasan yang berlebihan.</li><li>Penurunan harga diri dan rasa percaya diri.</li><li>Depresi dan keinginan untuk mengisolasi diri.</li><li>Gangguan tidur, seperti insomnia.</li><li>Gangguan pada pola pikir dan kemampuan untuk membuat keputusan yang rasional.</li></ul><p><a href="https://redakonseling.com/konsultasi-pernikahan-bekasi/"><strong>Baca Juga : Konsultasi Pernikahan Bekasi</strong></a></p><h3>4. Penyebab Terjadinya Kekerasan Verbal dalam Rumah Tangga</h3><p>Memahami alasan mengapa seseorang melakukan kekerasan verbal penting untuk membantu korban dan pelaku memperbaiki pola interaksi mereka. Beberapa penyebab umum dari kekerasan verbal dalam rumah tangga adalah:</p><ul><li>Pengaruh pola asuh di masa kecil, di mana pelaku mungkin terbiasa melihat kekerasan verbal.</li><li>Masalah kesehatan mental, seperti gangguan narsistik atau gangguan kepribadian lainnya.</li><li>Rasa tidak aman atau rendahnya rasa percaya diri pada pelaku yang membuat mereka merasa perlu untuk menekan pasangan.</li><li>Pengaruh lingkungan sosial yang mendukung atau membenarkan kekerasan verbal.</li></ul><h3>5. Jenis-Jenis Kekerasan Verbal dalam Rumah Tangga</h3><p>Kekerasan verbal tidak hanya terdiri dari satu bentuk. Beberapa jenis kekerasan verbal yang sering ditemui dalam rumah tangga adalah:</p><ul><li>Kritik berlebihan yang merendahkan.</li><li>Penyalahan yang tidak adil, di mana korban selalu disalahkan.</li><li>Pengendalian atau kontrol berlebihan, seperti mengatur siapa saja yang dapat dihubungi korban.</li><li>Penghinaan atau ejekan yang menyakitkan.</li></ul><p><strong><a href="https://redakonseling.com/konsultasi-pra-nikah-jakarta/">Baca Juga : Konsultasi Pranikah Jakarta, Membangun Pernikahan Harmonis</a></strong></p><h3>Konsultasi dengan Profesional, Reda Konseling</h3><p>Anda tidak perlu risau untuk menemukan konsultan rumah tangga yang profesional, karena <a href="https://redakonseling.com/">Reda Konseling</a> siap membantu anda memberikan bimbingan pernikahan melalui penanganan ahli dengan harga yang terjangkau. Kami siap melayani dengan beberapa varian layanan paket konsultasi yang dapat menyesuaikan dengan preferensi anda.</p><h3>Jenis Konsultasi</h3><h4>Konsultasi Private</h4><p>Konsultasi private merupakan konsultasi secara mandiri. Pilihan ini bisa menjadi opsi, terutama jika merasa kurang nyaman berkonsultasi langsung dengan pasangan atau anggota keluarga lainnya. Dengan demikian, seseorang dapat menyampaikan uneg-uneg pribadi secara langsung kepada konsultan tanpa khawatir menyinggung perasaan orang lain.</p><h4>Konsultasi Pasangan</h4><p>Konsultasi pasangan merupakan konsultasi bersama pasangan. Dengan berkonsultasi, suami dan istri dapat memahami akar permasalahan dan lebih terbuka mengenai uneg-uneg yang belum tersampaikan. Dengan demikian, keduanya akhirnya terdorong untuk lebih memahami satu sama lain demi perbaikan hubungan keduanya agar menjadi lebih sehat.</p><p>Yuk langsung saja untuk reservasi jadwal konsultasimu sekarang juga dengan <a href="https://wa.me/6285810375575">kami</a>, demi kebahagiaanmu yang patut diperjuangkan!</p>								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		<p>Artikel <a href="https://redakonseling.com/konseling-pernikahan-online-verbal-abusive-dalam-rumah-tangga/">Konseling Pernikahan Online, Verbal Abusive Dalam Rumah Tangga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://redakonseling.com">Reda Konseling</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://redakonseling.com/konseling-pernikahan-online-verbal-abusive-dalam-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1552</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
